BGN Harus Studi Banding ke Masjid Jogokariyan agar MBG Tak Beracun?

Sudah puluhan ribu warga homo sapiens di republik penuh kecemasan hari depan ini merasakan keracunan karena program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Banyak spekulasi berkembang di sekitar fakta keracunan itu. Salah satunya karena makanan dipersiapkan terlalu lama sehingga ketika tiba waktu untuk dimakan sudah basi.

Terlepas dari apa penyebabnya, jika di bulan Ramadan ini banyak masjid sukses menggelar acara takjil tanpa ada satu pun yang diberitakan keracunan, harusnya Badan Gizi Nasional (BGN) mau belajar dari masjid-masjid itu.

Masjid Jogokariyan Yogyakarta, misalnya, tahun ini bahkan menambah jumlah porsi takjil menjadi 3.800 piring setiap hari. Tahun sebelumnya hanya 3.500 piring.

Jika dilihat jadwal takjil, menu yang tersaji tidaklah main-main.

Hari pertama buka puasa terlihat menu lontong pakai paha ayam, kerupuk, dan kuah, apalagi kalau bukan gulai ayam.

Menunya juga berbeda jauh dengan menu MBG yang terkesan lebih irit dan mungkin memang membuka peluang korupsi.

Nah dari fakta ini saja sudah aneh. Kenapa pengelola MBG kewalahan dalam memanajemen menu makanan dan mungkin juga anggaran? Apakah karena konsepnya proyek, bukan sedekah, sehingga menyebabkan banyak tangan “bermain”?

Bagaimana menjelaskan kepada publik dari sudut pandang ini?

Seorang kawan saya menjelaskan bahwa kondisi dapur SPPG pelaksana MBG beda-beda. Padahal harus menyiapkan bisa sampai 12.000 porsi.

Intinya, menurut kawan saya itu, MBG memang harus ditangani oleh yang pernah mempunyai pengalaman menjalankan katering skala besar. Tiga kali lipat dari Masjid Jogokariyan.

Nah, jika itu memang solusinya kenapa tidak diambil saja? Kenapa masih mempercayakan mesin MBG pada panitia yang belum berpengalaman melayani tender skala besar? Bukankah akhirnya keteteran?

Belum lagi kalau program MBG itu ada panitia pencicip makanan sendiri. Bisa saja ada orang internal yang keracunan terlebih dahulu tanpa harus mengorbankan masyarakat luas?

Ngomong-ngomong kalau ada panitia khusus pencicip menu MBG berapakah honornya? Apakah akan melebihi pekerja cuci piring MBG yang konon mencapai Rp3 juta per orang?

Kalau misalnya honornya Rp5 juta maukah Anda menjadi panitia bagian pencicip MBG ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *