Daerah Mulai Jalankan Program ASRI yang Dicanangkan Pemerintah Pusat 

Mabur.co – Ratusan personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, serta jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo menggelar kegiatan kerja bakti di kompleks Pasar Wates, Jumat (20/2/2026) pagi. 

Kegiatan bersih-bersih ini dilakukan sebagai bagian melaksanakan program Aman Resik Sehat Indah (ASRI) yang diperintahkan langsung Presiden RI Prabowo Subianto beberapa waktu lalu. 

Ratusan personel nampak bahu-membahu membersihkan setiap sudut pasar guna memastikan ikon pusat perbelanjaan di kota Wates ini tetap terjaga kebersihan dan keindahannya.

Selain membersihkan sampah anorganik seperti plastik bungkus makanan dan minuman, sejumlah personil juga nampak turut membersihkan sampah organik berupa limbah dedaunan hingga limbah sisa sayuran para pedagang. 

Sebagai bagian dari gerakan rutin untuk meningkatkan kualitas lingkungan di titik-titik vital publik, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi contoh bagi masyarakat agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan di wilayah masing-masing. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kulon Progo, Duana Heru, menyebut kegiatan ini juga digelar sebagai bagian edukasi pada masyarakat agar menjalankan tata kelola sampah yang benar. Ia mengingatkan bahwa Tempat Pembuangan Akhir (TPA) bukan lagi tempat membuang segala jenis sampah.

Setiap sampah organik harus dikelola sejak awal baik itu di lingkungan rumah tangga atau institusi. Sedangkan sampah anorganik yang masih bernilai ekonomi harus masuk ke bank sampah. Hanya sampah residu yang benar-benar tidak bisa diolah yang diperbolehkan masuk ke TPA.

“Saat ini sesuai instruksi Pak Menteri, sampah itu sejak dari hulu harus sudah tertangani. Sehingga sampah yang organik itu tidak boleh dibuang, dia harus dikelola sendiri. Kemudian yang anorganik, bisa dikasihkan di bank sampah untuk diolah kembali,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu Duana juga memperingatkan masyarakat yang masih melakukan aktivitas pemembakaran sampah plastik secara sembarangan. Karena hal itu dapat menghasilkan gas beracun yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan.

“Sampah plastik itu kalau dibakar, Dia akan mengakibatkan menimbulkan dua gas yang sangat berbahaya, namanya adalah furan dan dioksin. Itu penyebab kanker, penyebab leukemia, dan ISPA. Baik asapnya maupun juga abunya. Makanya kalau insinerator itu harus yang betul-betul sesuai SNI dan lolos uji emisi gas buang agar furan dan dioksinnya hilang,” pungkasnya.

Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, yang turut hadir memantau jalannya kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa aksi ini bukan sekadar pembersihan biasa, melainkan implementasi dari kebijakan nasional yang diterapkan di daerah. Nantinya kegiatan semacam ini akan rutin digelar dua kali setiap minggunya.

“Nanti setiap satu minggu Kita akan rutin menggelar kegiatan semacam ini sebanyak dua kali, yaitu hari Selasa dan hari Jumat,” ujarnya.

Sinergi yang kuat antar berbagai instansi, baik itu dengan pelibatan anggota TNI dan Polri dinilai memegang peranan penting salam mensukseskan gerakan ini. Yakni dalam menggerakkan masyarakat yang didukung oleh Perangkat Daerah di wilayah maupun lokasi sasaran masing-masing. 

“Gerakan ini nantinya juga akan secara masif dilakukan hingga ke tingkat wilayah. Termasuk di lingkup kapanewon (kecamatan), dengan digerakkan oleh Panewu, Danramil, dan Kapolsek setempat untuk menjangkau pasar-pasar daerah dan fasilitas umum lainnya,” katanya.

Dengan adanya kegiatan rutin ini, diharapkan kesadaran masyarakat Kulon Progo dalam menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat, sekaligus juga menjadikan Kota Wates sebagai kawasan yang nyaman dan sehat bagi warga maupun pendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *