Hari Raya Lintas Agama Berdekatan pada 2026, Diprediksi Terulang pada 2189

Mabur.co– Sebagian publik di media sosial (medsos) sedang hangat memperbincangkan momen hari raya dari berbagai agama yang dinilai jarang terjadi secara berdekatan seperti pada 2026.

Dalam unggahan Instagram infipop.id pada Jumat, 20 Februari 2026, disebutkan, momen langka itu yakni Tahun Baru Imlek, Ramadan, dan Prapaskah, dimulai dalam waktu yang berdekatan.

“Hanya selang beberapa jam sampai kurang dari 24 jam satu sama lain,” tulis postingan tersebut.

Kombinasi dari tradisi budaya dan agama yang berbeda ini terjadi karena siklus kalender yang tidak sinkron antara kalender Lunisolar Tionghoa, kalender Hijriah, dan kalender Masehi. Akhirnya ‘bertepatan’ dalam periode yang sangat singkat pada 2026.

Berdasarkan penelusuran, hal serupa terakhir terjadi pada 1863, dan diperkirakan baru akan terulang lagi pada 2189.

Fenomena ini jadi pengingat bahwa perbedaan tradisi dan perayaan bisa muncul bersamaan, menciptakan momentum refleksi, perayaan, dan keberagaman bagi masyarakat di berbagai belahan dunia.

Terkhusus, bagi warga di Indonesia, terdapat momen spiritual yang istimewa pada 18 Februari 2026.

Hari Rabu Abu, yang menandai dimulainya masa Prapaskah bagi umat Katolik, bertepatan dengan 1 Ramadan 1447 H bagi warga Muhammadiyah.

Peristiwa ini menciptakan potret kebersamaan di mana jutaan warga Indonesia menjalankan ibadah puasa dengan landasan teologis yang berbeda. 

Di sisi lain, umat Katolik memasuki masa 40 hari pertobatan menuju Paskah, sementara warga Muhammadiyah memulai puasa wajib Ramadan berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Selain itu, pada 17 Februari 2026, sehari sebelum momen tersebut, masyarakat juga merayakan Tahun Baru Imlek 2577, semakin memperkaya keberagaman perayaan di Indonesia. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *