Burung Puter, Fauna Identitas Bantul yang Kerap Dipakai Ritual Warga

3 Min Read
Close-up of a light-gray pigeon with a red eye and black neck ring, against a blurred green background.
Burung puter bukanlah hal yang asing bagi pecinta suara burung. (Foto: Istimewa)

Mabur.co – Burung puter bukanlah hal yang asing bagi pecinta suara burung.

Bagaimana tidak, suara kukur berulangnya yang lembut nan khas memikat hati banyak orang. Belum lagi, penampilan fisiknya yang cantik.

Identitas Kabupaten Bantul

Menariknya lagi, burung menawan ini ternyata merupakan fauna identitas Kabupaten Bantul. Penetapannya tertuang dalam SK Bupati Kepala Daerah Tk II Bantul Nomor 567/B/Kep./BT/1998.

Dikutip mabur.co, Rabu (7/10/2026), bersumber dari buku Kitab Primbon Lengkap karya Gusti Pangeran Harya Tjakraningrat dan R Nugroho, masyarakat Jawa kuno percaya burung puter membawa keberuntungan bagi pemiliknya.

Simbol Kesederhanaan dan Kelancaran Rezeki

Burung puter adalah simbol kesederhanaan dan kelancaran rezeki. Seekor burung puter diharapkan mampu menjaga siklus rezeki pemiliknya sehingga akan terus muter dan bisa memenuhi nafkah keluarga. Filosofi kesederhanaan burung ini dilihat dari kebiasaannya berpuasa.

Burung puter bisa bertahan dengan tidak makan dua hari berturut-turut serta tidak minum tapi mampu bertahan hidup. Itulah kebiasaan burung puter yang biasa hidup di dalam sangkar.

Satu lagi jenis burung puter yang lekat dengan mitos, yaitu burung puter putih mata merah. Burung yang populasinya tersebar di beberapa negara seperti Indonesia, Filipina sampai Timor Leste ini, mempunyai suara yang menenangkan. Dipercaya mendatangkan rezeki bagi pemiliknya.

Burung puter memiliki umur yang panjang bisa sampai beberapa tahun. Untuk merawatnya juga sangat mudah.

Anda hanya memberikan pakan kesukaan seperti jagung dan biji wood. Orang tua zaman dulu sering menggunakan burung puter ini sebagai penanda waktu atau alarm.

Kebiasaan burung ini akan berbunyi setiap waktu misalnya setiap satu jam sekali. Bahkan kalau bunyi di malam hari, ini sebagai pengingat kepada pemiliknya agar segera beribadah malam atau salat tahajud.

Meskipun mitos burung puter yang satu ini cukup aneh, namun burung puter putih dipercaya sebagai pelengkap benda dan hewan peliharaan yang ada di rumah.

Mata Merah Nilai Jual Bertambah

Banyak orang percaya, rumah tidak terasa lengkap tanpa adanya burung puter putih. Apalagi burung ini memiliki suara yang khas dan unik membawa kedamaian. Jika matanya merah, maka nilai jualnya bertambah.

Burung puter dikenal sebagai ritual pesugihan atau ilmu hitam. Misalnya digunakan sebagai mencari jodoh, kekayaan, dan karier yang cemerlang.

Selain untuk ritual, ternyata burung puter juga bisa menolak ilmu hitam atau santet yang datang kepada pemiliknya.

Jika ilmu hitam dikirim ke manusia maka yang akan terkena ilmu tersebut adalah burung puter.  Dengan warna bulunya yang khas corak putih dan suaranya, bisa mendatangkan kedamaian hati dan penghilang stres.

Ada pula yang menganggap burung puter bisa membawa kesialan bagi yang memelihara. Apalagi jika burung ini berkicau di malam hari. Maka, itu adalah pertanda bahwa pemiliknya bakal kena musibah. ***

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar