Inilah Alasan Mengapa Generasi Muda Harus Minum Jamu

Mabur.co – Jamu adalah minuman tradisional yang tak bisa dipisahkan dari sejarah panjang bangsa Indonesia.

Kehadirannya sejak abad ke-8 di zaman kerajaan Majapahit dan Mataram menjadi bukti, bahwa jamu memang telah diakui oleh bangsa dan negara, sekaligus diakui oleh UNESCO sebagai warisan Budaya Takbenda (WBTb) Dunia pada 6 Desember 2023 lalu.

Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, eksistensi jamu mulai semakin terpinggirkan, termasuk bagi generasi muda.

Mereka lebih menyukai minuman-minuman kekinian yang menawarkan warna dan rasa yang lebih menarik, serta proses pembuatan dan harga yang cukup terjangkau.

Di sisi lain, jamu tetap pada ciri khasnya sebagai minuman yang memiliki rasa pahit, dan proses pembuatan yang cukup lama.

Namun hal ini tidaklah sepenuhnya benar. Karena meskipun merupakan minuman tradisional, jamu tetap mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi, serta memiliki rasa yang lebih beragam, alias tidak selalu pahit seperti stigma yang selama ini beredar.

Seperti yang diungkapkan oleh Ketua Jogja Husada Sehat, Nina Rahayu Purnomo, yang menyatakan bahwa anak-anak sekarang mestinya masih mengonsumsi jamu sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, karena jamu merupakan warisan leluhur yang memiliki nilai historis yang sangat tinggi.

“Kita tetap tidak boleh melupakan budaya ya, apalagi jamu itu kan warisan leluhur. Tidak hanya itu, jamu juga bisa menunjang ekonomi, pariwisata, dan sebagainya. Jadi kalau bisa kita gemakan selalu minum jamu, dan jangan lupa kembali ke alam (kandungan asli dari jamu),” kata Nina saat ditemui mabur.co di Bale Gadeng dalam Festival Nitilaku Jamu, Rabu (11/2/2026).

Pada kesempatan yang sama, Pengurus Dewan Jamu Indonesia DIY, Bondan Agus Suryanto, menganggap bahwa jamu selayaknya menjadi konsumsi anak muda sehari-hari, lantaran jamu memiliki khasiat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, yang tidak selalu tersedia dalam obat-obatan kimia.

“Zaman sekarang orang-orang banyak yang terkena penyakit yang sifatnya degeneratif, seperti stroke, hipertensi, penyakit jantung, diabetes, dan lain-lain. Nah penyembuhan dari penyakit-penyakit semacam itu tidak cukup hanya dengan obat-obatan kimiawi saja, sehingga perlu ada konsumsi tambahan dari zat-zat yang menjaga kesehatan tubuh, salah satunya ada di jamu ini,” ucap Bondan.

Sementara salah satu pedagang jamu, Fendy Ahmad, mengatakan bahwa jamu masih sangat layak untuk dikonsumsi di zaman sekarang, karena jamu berfungsi sebagai pencegah berbagai macam penyakit degeneratif.

“Lebih baik mencegah daripada mengobati, karena jamu berfungsi merawat kesehatan tubuh. Jadi jangan nunggu sakit dulu baru berobat, dan jamu adalah minuman yang baik untuk merawat kesehatan,” ucap Ahmad, sapaan akrabnya.

Meskipun jamu dianggap telah mampu beradaptasi dengan kemajuan zaman, dan dikemas dalam bentuk-bentuk yang variatif serta kekinian, namun hal ini tidak menampik fakta, bahwa sosialisasi jamu kepada generasi muda masih menjadi PR besar sampai hari ini.

Butuh pendekatan khusus untuk dapat melestarikannya dari generasi ke generasi. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *