Mabur.co- Publik figur, sekaligus pemilik brand fesyen streetwear Thanksinsomnia, Mohan Hazian, akhirnya menyampaikan pengakuan atas dugaan pelecehan seksual terhadap sejumlah model dan talent yang pernah bekerja sama dengannya.
Pernyataan itu disampaikan melalui unggahan resmi di akun Instagram pribadinya, setelah sebelumnya sempat mengeluarkan bantahan dua kali klarifikasi.
Pengakuan tersebut memicu reaksi luas publik, baik dari industri kreatif, pegiat isu kekerasan seksual, maupun para konsumen brand fesyen yang selama ini mengikuti sepak terjang Mohan di dunia mode Indonesia.
Dalam pernyataan tertulis itu, ia menegaskan siap menerima konsekuensi atas perbuatannya dan meminta maaf secara terbuka kepada pihak-pihak terdampak.
Lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, Mohan Hazian akhirnya mengakui perbuatannya setelah sebelumnya sempat membantah.
Dalam klarifikasi sebelumnya, Mohan bahkan sempat menegaskan, saya bukan pelaku rudapaksa (-red) dan saya tidak pernah merudapaksa (-red) siapa pun.
“Semua kesalahan yang terjadi di masa lalu adalah murni kekhilafan saya dengan wanita lain,” katanya.
Namun, pernyataan tersebut justru memperkeruh suasana. Tekanan publik semakin kuat, diikuti seruan boikot terhadap brand miliknya.
Hingga akhirnya, Mohan menyampaikan pernyataan terbaru yang berisi pengakuan dan permintaan maaf secara terbuka.
“Saya, Mohan Hazian, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas tindakan tidak pantas yang telah saya lakukan terhadap model atau talent yang pernah bekerja sama dengan brand milik saya (Thanksinsomnia),” tulis Mohan dalam pernyataannya, dikutip Kamis (12/2/2026).
Ia menambahkan bahwa perbuatan tersebut merupakan pelanggaran moral dan etika profesional yang tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun.
“Perbuatan tersebut merupakan kesalahan yang tidak dapat dibenarkan. Saya menyadari bahwa tindakan saya telah melanggar batas antara profesional dan ranah pribadi, menimbulkan luka, dan berdampak bagi para pihak, termasuk seluruh karyawan brand saya, yang sama sekali tidak seharusnya terlibat atau terdampak,” sambungnya.
Tak berhenti di situ, Mohan juga menyatakan mundur dari seluruh jabatan dan keterlibatan profesionalnya di Thanksinsomnia.
“Sebagai konsekuensi langsung dari tindakan yang saya lakukan, saya dengan ini menyatakan mengundurkan diri dari seluruh jabatan profesional dan keterlibatan publik yaang saya emban saat ini di Thanksinsomnia,” ujarnya.
Di tengah polemik tersebut, Rama, mantan fotografer Thanksinsomnia, turut menyampaikan kesaksiannya melalui akun Instagram ramskiputra.
Ia mengaku pernah bekerja sama dengan Mohan sejak 2021 hingga 2024 dan terlibat langsung dalam proses kreatif pemotretan.
Rama menjelaskan bahwa proses kerja tidak hanya melibatkan pihak brand, tetapi juga dirinya sebagai fotografer dalam mencari talent.
Selama bekerja, Rama mengakui adanya perilaku flirting yang dilakukan Mohan kepada model perempuan.
“Saya tahu dan menyaksikan bahwa owner adalah seseorang yang suka flirting dengan model-model perempuan. Tetapi saya tidak mengetahui adanya kejadian SA/SH di luar sesi photoshoot karena saya tidak hadir maupun terlibat. Saya pribadi mengutuk keras tindakan tersebut,” kata Rama.
Sikap ini membuat banyak pihak mengapresiasi keterbukaannya, termasuk dr Tirta.
“Makasih @ramskiputra . Jujur ini salah satu speakout bagus yg pernah dibuat.
Karena susah ada saksi dalam kejadian tsb (hanya 2 orang di dalam ruangan ketika insiden terjadi) maka itu alasan kita harus stay with victim dahulu,” ujar dr Tirta.
Melalui akun X @tirta_cipeng, ia mengaku mendapatkan informasi dari lingkaran internal Mohan Hazian yang tengah berada dalam kondisi panik.
“Owner sampai detik ini masih merasa yang dilakukan itu atas dasar ‘suka sama suka’. Kalau kronologis rata-rata dia itu gak bisa bantah. Kok tahu? Owner itu kalau panik, cerita ke teman-teman dekatnya. Teman dekatnya ada yang bocorin info ke saya. So udah chaos itu internal dia,” ungkap dr Tirta.
Menurut dr Tirta, tekanan publik di media sosial berdampak signifikan.
Ia menyebut tak ada satu pun orang dekat Mohan yang berani membela secara terbuka.
“Jadi tindakan kita di medsos ini ada hasil? Ada. Teman-teman dekatnya gak ada satu pun yang terang-terangan bela di medsos. Ya karena kan mereka makan duitnya si owner ini. 1 atau 2 teman atau pegawai dekatnya ini mau jadi saksi kunci, sudah bakalan tamat itu nasib owner,” sambungnya. ***



