Manfaat Menjalankan Ibadah Puasa bagi Kesehatan Tubuh

Mabur.co – Menjalankan ibadah puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus semata. Lebih dari itu, berpuasa juga memberikan waktu istirahat yang sangat berharga bagi sistem internal di dalam tubuh Anda.

Bahkan jika dilihat dari sisi medis, proses ini dapat memicu berbagai perubahan biologis, yang mendukung regenerasi sel di dalam tubuh.

Dilansir dari Detik, berikut adalah beberapa manfaat menjelankan ibadah puasa bagi kesehatan tubuh.

1. Detoksifikasi dan Perbaikan Sel (Autofagi)

Saat menjalankan ibadah puasa, tubuh memasuki fase autofagi. Ini merupakan mekanisme “pembersihan diri” di mana sel-sel tubuh menghancurkan komponen yang rusak atau tidak berfungsi, dan menggantikannya dengan yang baru.

Ini sangat penting untuk mencegah penuaan dini dan berbagai penyakit degeneratif.

2. Meningkatkan Kontrol Gula Darah

Berpuasa juga membantu mengurangi resistensi insulin (gula). Dengan membatasi asupan kalori secara berkala, tubuh menjadi lebih sensitif terhadap insulin, yang memungkinkan glukosa berpindah dari aliran darah ke sel-sel tubuh dengan lebih efisien.

Ini sangat bermanfaat untuk menurunkan risiko terkena Diabetes Tipe 2.

3. Menjaga Kesehatan Jantung

Tak hanya gula, beberapa penelitian juga telah menunjukkan bahwa rutin berpuasa dapat mengurangi risiko penyakit jantung, seperti menurunkan tekanan darah, mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL) serta menurunkan kadar trigliserida dalam darah.

4. Menurunan Berat Badan

Dengan menjalankan ibadah puasa, di mana salah satunya adalah menahan lapar dan haus, maka itu sudah pasti meningkatkan metabolisme di dalam tubuh. Karena berpuasa dapat meningkatkan kadar neurotransmiter norepinefrin.

Selain itu, karena jendela makan yang terbatas, asupan kalori secara otomatis juga akan berkurang, yang berguna untuk membakar lemak perut (lemak viseral).

5. Meningkatkan Fungsi Otak

Secara tidak langsung, dengan menahan lapar dan dahaga selama 14 jam, berpuasa juga dapat meningkatkan produksi protein, yang disebut BDNF (Brain-Derived Neurotrophic Factor).

Protein ini berfungsi seperti “pupuk” bagi otak, yang membantu pertumbuhan sel saraf baru dan melindungi sel otak dari kerusakan, sehingga dapat menurunkan risiko penyakit yang menyerang otak seperti Alzheimer dan Parkinson.

***

Menjalankan ibadah puasa tentunya sangat baik untuk menunjang kesehatan tubuh. Namun jika Anda memiliki gejala penyakit tertentu seperti maag, gangguan ginjal, atau sedang hamil tua, tentunya berpuasa secara intens seperti di bulan Ramadan tidak terlalu disarankan.

Karena justru bisa membahayakan apabila tidak mengkonsumsi makanan dalam waktu lama. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *