Ali SE Meninggal, Jajaran Pariwisata Sleman Berduka

Ali adalah sosok pendiam yang tekun dan menguasai masalah yang menjadi kompetensinya. Selain mampu menempatkan diri dalam hubungan pemerintah dan masyarakat, dia ASN yang banyak berjasa bagi tumbuh kembang wisata di Sleman.

Demikian rangkuman pendapat berbagai pihak dan jaringan wisata saat melepas kepergian Kepala Bidang Sumber Daya Manusia dan Usaha Jasa Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Ali SE, ke peristirahatan terakhirnya, Senin (16/2/2026) siang.

Ali meninggal pada Minggu (15/2/2026) malam akibat sakit jantung.

Sekretaris Daerah Sleman, Drs. Susmiarto MM, dalam sambutannya menyampaikan, pemerintah Kabupaten Sleman sangat kehilangan sosok yang tekun.

“Almarhum adalah pribadi yang baik, tekun dan berdedikasi. Kami berduka dan merasa sangat kehilangan,” ucapnya.

Koleganya yang pernah bersama di Dinpar Sleman, Aris Herbandang, yang kini menjadi Sekteraris Dinas Perindustrian dan Perdagangan, menyapaikan Ali adalah sosok yang menguasai data dan detail masalah.

Sedangkan bagi Jajang Sukendar yang lama berkecimpung dalam pendampingan desa wisata, kepergian Ali sangat dirasakan teman-teman pengelola desa wisata.

Pemberangkatan jenazah Ali SE ditandai upacara kedinasan yang dipimpin Kepala Dinas Pariwisata, Edy Winarya, S.Sn, M.Si.

Minggu pagi (15/2/2026) Ali SE masih mendampingi Kepala Dispar Sleman saat meresmikan destinasi Jagad Bambu Nusantara di Plupuh, Wukirsari, Cangkringan, Sleman, sampai tengah hari.

Kesedihan juga dirasakan Wahjudi Djaja selaku pendamping pengembangan wisata bambu Plupuh. Datang bersama Dukuh Plupuh, Sutarja, dan beberapa pengelola Jagad Bambu Nusantara, Wahjudi ingat pesan Ali.

“Beliau datang paling awal dan duduk di samping saya. Ada beberapa pesan beliau sampaikan. Antara lain, jaga energi setelah launching jangan sampai berhenti apalagi padam. Selesaikan urusan administrasi dan sharing agar saat maju dan berkembang tidak menimbulkan konflik. Jaga kekompakan antara pengelola dan warga agar tetap menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung,” ungkapnya menirukan pesan almarhum.

Lahir di Jatinom, Klaten, pada 9 Maret 1970, Ali telah mendedikasikan hidupnya menjadi ASN selama lebih dari 28 tahun.

Mendapat penghargaan kesetiaan dari Presiden dan nyaris tak pernah pindah dari Dinas Pariwisata.

Meninggalkan seorang istri, Ida Supriyati, dan dua orang anak, Ali SE, dilepas sejumlah kolega dan jaringan wisata Sleman. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *