Masjid Ini Hadirkan Pembicara Kondang, Bagi MBG Selama Ramadan 

Mabur.co – Menjelang bulan Ramadan, sejumlah masjid di Yogyakarta saling berlomba menggelar berbagai kegiatan menarik bagi jemaah. 

Selain masjid Jogokaryan dan Masjid Kampus UGM dengan berbagai kegiatan kampung Ramadannya, ada satu lagi masjid di Jogja yang menggelar kegiatan tidak biasa. 

Salah satunya adalah Masjid Nurul Ashri, yang terletak di kampung Deresan, Caturtunggal, Depok, Sleman.

Setiap hari selama bulan Ramadan mendatang masjid ini akan menghadirkan kegiatan Kajian Buka Bersama.

Digelar mulai 16.00 hingga 17.30, kajian buka bersama ini bahkan akan mengundang sejumlah tokoh nasional yang biasa muncul di layar kaca. 

Bahasan Kajian yang diangkat pun tak main-main.

Disamping membahas soal agama, namun juga membahas berbagai isu lainnya seperti politik, ekonomi, hingga lingkungan. 

Lalu siapakah sajakah tokoh yang direncanakan hadir untuk mengisi Kajian buka puasa tersebut?

Pertama ada pendiri Lokataru Foundation, Hariz Azhar, lalu ada komisioner Direktur Pusat Studi Konstitusi, Feri Amsari.

Ada juga ahli Psikologi Forensik, Reza Indragiri. Hingga Guru Besar Hukum Tata Negara UGM, Zainal Arifin Mochtar. 

Tak hanya itu, sejumlah pembicara lain juga dijadwalkan mengisi kajian selama 30 hari penuh di antaranya filsuf muslim sekaligus dosen Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Dr. Fahruddin Faiz. Penulis buku Salim A Filah hingga komika Abdul Arsyad.

Setelah mengikuti kajian, selama bulan Ramadan, jemaah masjid Nurul Ashri juga akan disuguhi Menu Berbuka Gratis (MBG).

Uniknya menu buka puasa di masjid ini terdiri dari beragam kuliner khas Nusantara.

Sejumlah Menu berbuka gratis (MBG) itu antara lain ayam bekakak khas Jawa Barat, ikan bakar Manokwari, ayam taliwang NTT, sate bandeng Banten, nasi megono Pekalongan, hingga Sego Tempong Banyuwangi.

Selain itu ada pula ikan bakar dabu-dabu khas Manado, nasi jamblang Cirebon, ayam woku Minahasa, bebek bumbu hitam Madura, ikan parepe Makasar, ayam betutu Bali, nasi kuning bumbu habang Kalimantan Selatan, gulai tunjang Minang, hingga ayam tangkap aceh dan nasi balap payung Lombok. 

Masjid Nurul Ashri sendiri selama ini memang dikenal sebagai masjid yang tak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah dan kajian semata.

Namun juga memiliki banyak program sosial-kemanusiaan yang dijalankan.

Selain kerap membantu petani di berbagai daerah dengan membeli hasil panen saat harga jatuh, masjid ini juga aktif menerjunkan relawan masjid di sejumlah titik bencana termasuk Aceh dan Sumatera.

Pada Iduladha 2024 lalu, Masjid Nurul Ashri juga mengirimkan relawan dan hewan sembelihan berbagai daerah bahkan hingga ke Uganda.

Termasuk juga mengajar anak-anak SD di lokasi bencana, hingga berbagai kegiatan sosial lainnya. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *