Hati-hati Padusan di Pantai Parangtritis, Gelombang 2-3 Meter

Mabur.co– Tradisi Padusan merupakan salah satu tradisi yang dilaksanakan oleh sebagian besar masyarakat Yogyakarta, terutama umat Muslim, menjelang bulan suci Ramadan.

Tradisi ini melibatkan proses penyucian diri dengan mandi di sungai, pantai atau sumber air alami sebagai simbol spiritual dan pembersihan diri dari dosa.

Meskipun tradisi Padusan memiliki nilai-nilai budaya dan spiritual yang kuat, keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama.

Berbagai langkah preventif dapat diambil untuk memastikan bahwa tradisi ini tetap dapat dilaksanakan dengan aman dan tanpa risiko yang berlebihan.

Wisatawan yang berencana mengikuti tradisi padusan menjelang Ramadan di Pantai Parangtritis diminta meningkatkan kewaspadaan.

Potensi bahaya arus balik atau rip current diperkirakan masih tinggi seiring prakiraan gelombang laut yang mencapai 2–3 meter dalam beberapa hari ke depan.

Sekretaris SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah III Parangtritis, Rodhiva Wahyu Widho Santosa, mengatakan, petugas telah memetakan sejumlah titik rawan arus balik sebagai langkah mitigasi untuk menekan risiko kecelakaan laut selama momentum padusan.

“Dari Pantai Parangtritis sampai Pantai Depok terdapat sekitar 15 hingga 20 titik rip current. Namun yang berpotensi bersinggungan langsung dengan wisatawan diperkirakan sekitar delapan sampai sepuluh titik,” ujarnya, Selasa (17/2/2026).

Rodhiva menjelaskan, jumlah dan posisi titik arus balik tersebut bersifat dinamis karena dipengaruhi kondisi dasar pantai yang berpasir dan mudah berubah mengikuti pergerakan arus laut.

Oleh sebab itu, kesadaran wisatawan menjadi faktor krusial demi keselamatan bersama. Selain pemetaan titik rawan, pengamanan kawasan pantai juga diperkuat dengan penambahan personel SAR gabungan.

Selama periode padusan, lebih dari 100 petugas disiagakan, jauh meningkat dibanding hari normal yang berkisar 35–40 personel.

“Momen padusan ini menjadi perhatian khusus kami, akan menambah jumlah personel kami tambah hingga lebih dari 100 orang,” katanya.

Rodhiva mengatakan, petugas juga menyiapkan berbagai sarana evakuasi untuk mengantisipasi kondisi darurat di perairan Parangtritis.

“Kami siapkan satu unit jetski dan satu unit perahu jukung untuk penanganan cepat jika terjadi hal yang tidak diinginkan,” ujarnya. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *