Mabur.co – Sebagai salah satu minuman tradisional khas Nusantara, eksistensi jamu masih terbilang pasang-surut, lantaran stigma jamu sendiri yang sering dianggap pahit, tidak enak, dan sebagainya.
Meskipun kenyataannya jamu itu menyehatkan dan berkhasiat mencegah berbagai macam penyakit.
Apalagi jamu merupakan minuman tradisional, yang tentu saja lebih familiar bagi orang-orang tua atau bahkan sepuh, yang sudah merasakan sendiri bagaimana kandungan jamu dapat mencegah berbagai penyakit degeneratif.
Namun bagi generasi muda atau Gen Z, jamu dianggap sudah ketinggalan zaman, old school, serta tidak menarik lagi untuk dikonsumsi, apalagi dipelajari. Sehingga keberadaan jamu sudah semakin ditinggalkan.
Menurut Pengurus Dewan Jamu Indonesia DIY, Bondan Agus Suryanto, memperkenalkan jamu kepada generasi muda memang menjadi satu PR tersendiri, karena jamu memang sangat identik sebagai minuman orang-orang tua, sehingga kurang menarik bagi anak-anak muda, sekalipun memiliki khasiat yang sangat baik bagi tubuh.
“Kita masih terus mendiskusikan bagaimana caranya supaya produk jamu ini bisa diterima oleh kalangan millenial. Nama ‘jamu’ sendiri mungkin juga bisa diubah menjadi sesuatu yang lebih kekinian, misalnya dengan istilah ‘herbal’. Karena kata ‘jamu’ sepertinya sudah terlalu identik dengan kalangan orang tua,” ucap Bondan yang ditemui di Bale Gadeng dalam acara Festival Nitilaku Jamu, Rabu (11/2/2026).
Meskipun demikian, menurut Bondan, perkembangan jamu saat ini terbilang sudah cukup baik, namun masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.
Salah satunya adalah bagaimana mengembangkan komoditi ekonomi masyarakat, agar bisa menjadikan jamu sebagai produk yang membawa manfaat ekonomi, sekaligus menunjang perekonomian negara secara keseluruhan.
“Jamu sebenarnya memiliki potensi yang cukup menjanjikan, untuk bisa menjadi komoditi ekonomi masyarakat, baik itu pengusaha besar maupun UMKM yang hadir seperti sekarang,” sambung Bondan.
Ke depannya, Bondan bersama pengurus Dewan Jamu Indonesia lainnya ingin menjadikan jamu sebagai bagian dari minuman kesehatan masyarakat, termasuk menjadikannya sebagai obat modern, yang tersedia di berbagai Puskesmas dan Rumah Sakit di seluruh Indonesia. (*)



