Manajemen Talenta Nasional Seni Budaya Catat Capaian Signifikan

Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan menyelenggarakan “MTN Wave: Gelombang Talenta Seni Budaya Indonesia” di Teater Besar, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Sebuah pagelaran yang merangkum proses, capaian, dan arah ke depan pembinaan talenta seni budaya sebagai ekosistem yang terus bertumbuh, bergerak, dan beresonansi dengan zaman.

Dalam rilis yang diterima mabur.co, Kamis (12/2/2026) dijelaskan, Manajemen Talenta Nasional (MTN) merupakan program prioritas nasional yang diinisiasi oleh Kementerian PPN/Bappenas yang mencakup bidang Riset dan Inovasi, Olahraga, serta Seni Budaya.

Apresiasi program Manajemen Talenta Nasional MTN binaan Kementerian Kebudayaan di Teater Besar Taman Ismail Marzuki Jakarta Foto Kemenkebud

Khusus untuk bidang Seni Budaya, pengelolaannya dilaksanakan oleh Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan.

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon dalam pidatonya menegaskan bahwa pengembangan talenta seni budaya merupakan bagian strategis dari pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Ia menekankan bahwa MTN Seni Budaya bukan program sementara, melainkan program nasional yang keberlangsungannya dijamin oleh kebijakan negara.

“Negara hadir bukan hanya merayakan talenta, tetapi untuk merawat secara berkelanjutan, lintas sektor, lintas generasi,” tegasnya.

Menurutnya, tantangan ke depan bukan lagi berbicara mengenai minimnya jumlah talenta, melainkan memperluas akses dan membangun lintasan yang adil agar setiap talenta di Nusantara memiliki kesempatan setara untuk tumbuh.

Karena itu, penguatan ekosistem tidak hanya melibatkan pemerintah pusat dan komunitas, tetapi juga pemerintah daerah, industri, satuan pendidikan, sektor swasta, hingga mitra internasional untuk membangun ekosistem seni budaya yang sehat, terbuka, dan berkelanjutan.

“Kami ingin memastikan bahwa talenta seni budaya Indonesia tidak hanya hadir sesaat di panggung, tetapi juga bertumbuh, berdaya saing, dan berkontribusi jangka panjang bagi kebudayaan bangsa. Talenta tidak boleh berhenti hanya di panggung pertunjukan atau festival. Mereka harus memiliki jalur pembinaan, rekognisi, dan keberlanjutan karir,” tegas Menbud Fadli Zon.

Kementerian Kebudayaan merevitalisasi pendekatan dan skema MTN Seni Budaya pada pertengahan tahun 2025.

Tidak sampai satu tahun, MTN Seni Budaya mencatat capaian yang signifikan.

MTN Seni Budaya telah menjangkau 36.990 peserta yang terlibat dalam kegiatan pra-pembibitan, bekerja sama dengan 200 mitra sanggar, komunitas, festival, dan market di dalam dan luar negeri, 5.711 talenta masuk dalam trajektori MTN, 208 program terlaksana bersama mitra, 116 talenta memperoleh rekognisi internasional, serta menjangkau 19 negara dan 58 kota dan kabupaten di Indonesia. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *