Menelisik Sejarah Kagungan Dalem Masjid Sambisari dan Pesarean Sambisari

Mabur.co– Kagungan  Dalem  Masjid  Sambisari  dan  Pesarean  Sambisari  berlokasi di  Dusun  Sambisari,  Kalurahan Purwomartani, Kapanewon Kalasan, Sleman, Yogyakarta.

Abdi Dalem Ketakmiran Kagungan Dalem Masjid dan Pesarean Sambisari, Arif, menuturkan pada zaman Kartasura Hadiningrat, seorang putra  raja dari selir Amangkurat IV meninggalkan keraton karena ia merasa  lebih cocok sebagai ulama.

Ia menuju barat wilayah Negaragung Mataram Kartasura, konon pernah berhenti di Kulon Progo juga Seyegan sebelum akhirnya berhenti di Mlangi (Nogotirto, Gamping).

Namanya  adalah  Bendara  Pangeran  Harya Sandiyo/Hangabehi/Pangeran  Kartasura  atau  kemudian dikenal sebagai Kiai Nur Iman.

Jadi ia adalah saudara tiri dari Pangeran Mangkubumi (HB I), Raden Mas Prabasuyasa  (PB II) maupun Pangeran Harya Mangkunagara (ayah Mangkunagara I).

“Saat  ia  berdakwah  di  Mlangi,  kasultanan  belum  berdiri,  tetapi  setelah   Perjanjian  Giyanti  1755 Pangeran  Mangkubumi  mencari  saudara  tirinya  dan  menjemputnya.  Lokasi  Mlangi  dengan  Ambar Ketawang (keraton sementara) sama-sama di kawasan Gamping,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).

Arif mengatakan, Sultan HB I  memberikan  status  perdikan   untuk  Mlangi dan  Masjid Mlangi diberik  status  pathok nagara yang bersifat sebagai pembantu pusat dakwah Masjid Gedhe Kauman untuk wilayah lor kulon atau utara barat.

Pada  perkembangannya,  para  putra  Kiai  Nur  Iman  juga  berdakwah  di  beberapa   tempat   sekitar Ngayogyakarta.

Sekitar 15 tahun  setelah Perjanjian Giyanti, sekitar 1770 putra  ke-9 Kiai Nur Iman yaitu Kiai Raden Kasan Besari/Muhsin Besari/Bisri memperoleh tanah  perdikan seluas 1.215 m2 untuk  lokasi masjid, sedangkan Pesarean Kagungan Dalem Sambisari yang ada kerabat keraton adalah seluas 2.185m2.

Nama Kasan Besari atau Muhsin Besari atau Kasan Bisri ini biasa disingkat  Bisri/Besari dan dilafazkan “mbisri”  atau  “mbisari”  sebagai  nama  tempat   mengaji  di  dekat  Kalasan.

Mbisri atau mbisari  ini  yang kemudian menjadi nama Dusun Sambisari, Purwomartani, Kalasan.

“Dakwah di Sambisari juga bertaut  ke Masjid Pathok Nagara Ploso Kuning, di mana putra  Kiai Raden Mursodo  Ploso  Kuning  yaitu Kiai  Raden  Salim  kemudian  bermukim  di sini  dan  menjadi  imam  di Sambisari,” ucapnya.

Arif mengatakan, Masjid  Mataraman,   awalnya  masjid yang juga  dilengkapi  kolam/blumbang  untuk bersuci.

Ciri Masjid  Sambisari  sama persis dengan masjid yang ada di Plosokuning, Mlangi dan Masjid Pathok  Negoro  lainnya. 

Yaitu  terdapat   makam  kuno,  bangunan  berbentuk  bujur  sangkar,  beratap tumpang dua, memiliki  bedug, mimbar, dan kolam mengelilingi masjid serta terdapat  kitab kuno yang masih ada hingga saat ini.

Atap tumpang ini melambangkan hakikat amal perbuatan  seseorang menuju kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Tradisi khas di Masjid Sambisari yang masih dilestarikan sampai saat ini, yaitu Salawat Jawa, upacara adat tradisi Sadranan, Sedekahan 21-an,  23-an, dan 27-an  pada  saat  bulan  puasa.  Juga  tradisi  Maulidan,  Hadeging  Nagari  Ngayogyakarta Hadiningrat.

“Sebagai  salah  satu  pamethakan   di  kasultanan,  Masjid  Sambisari  dilengkapi  makam/pesarean  dari kerabat  kasultanan sebagai pendukung  penyebaran  agama  wilayah lor wetan  (pasarean). Pasarean tersebut  kurang lebih sejak tahun 1600,” ucapnya.

Arif mengatakan, berdasarkan sejarah keberadaan masjid, tokoh atau ulama yang dimakamkan di sekitar masjid berkaitan dengan Kerajaan Era Mataram Kartasura juga Kasultanan Yogyakarta.

Di antaranya Muhammad Chasan/Hasan Besari putra ke-9, Kiai Nur Iman Mlangi/BPH Sandiyo, Kiai Raden Salim/Anak Kiai Mursodo Plosokuning Putra Pertama Kiai Nur Iman, KIai R. Mlangi bin Kiai R. Mursodo.

Lalu ada Kiai R. Mikhibat bin Kiai R. Salim, Kiai Romli bin Kiai Muhammad Salim/Putra ke-12  Kiai Nur Iman, hingga sejumlah  kerabat  keraton lainnya.

“Nama lain Masjid Sambisari adalah masjid Quwwatul Muslim. Secara resmi namanya adalah Kagungan Dalem Masjid Sambisari,” katanya. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *