Mabur.co– Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono, merespons pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, terkait sumber dana pembangunan kapal di Indonesia.
Menteri Trenggono mengaku tidak memahami dana yang dimaksud Purbaya dalam pernyataannya.

Dalam video yang beredar, Purbaya menyebut anggaran kapal dari Kemenkeu sudah cair, tapi industri galangan belum juga menerima pesanan.
Trenggono meminta Purbaya mengecek langsung anak buahnya di Kemenkeu soal anggaran tersebut.
“Coba Anda tanya dulu deh sama anak buah Anda, benar nggak itu uang kapal sudah dikucurkan,” tanya Trenggono, dikutip dalam unggahan di Instagram pribadinya, swtrenggono.
Trenggono menjelaskan, proyek pembangunan kapal yang dimaksud sebenarnya didanai anggaran kredit dari Inggris.
Dalam catatan detikcom, Indonesia memang berencana membangun 1.500 kapal ikan yang bekerja sama dengan Inggris.
“Yth Menteri Keuangan, supaya Anda paham dan cerdas, bahwa dana untuk pembangunan kapal tersebut bersumber dari pinjaman luar negeri dari pemerintah UK,” tegas Trenggono.
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengaku heran dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang belum mengoptimalkan alokasi anggaran pembelian kapal untuk pelaku industri kapal dan galangan kapal dalam negeri.
Hingga kini, mereka mengaku belum menerima satu pun pemesanan (order) kapal dari KKP, meski tambahan anggaran yang diajukan kementerian tersebut telah disetujui dan dicairkan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
“Sudah terima order dari KKP?” tanya Purbaya kepada para pelaku industri kapal dalam negeri saat menghadiri acara Revitalisasi Galangan Kapal dan Pelayaran Indonesia di Jakarta, seperti dikutip dari potongan video yang beredar di media sosial, Selasa (10/2/2026).
Mendapat pertanyaan itu, para pelaku usaha industri kapal dalam negeri langsung menjawab.
“Belum,” jawab para pelaku usaha serentak.
Bendahara Negara itu menilai keputusan KKP yang tak masuk akal, karena lebih memilih membeli kapal dari luar negeri ketimbang memanfaatkan produk industri galangan kapal lokal.
Padahal, melalui APBN yang dikucurkan, pemerintah sedang berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi dari berbagai sektor.
Termasuk melalui belanja pemerintah kepada industri dalam negeri.
“Kan ada yang nggak masuk akal. Uangnya gua keluarin, ordernya nggak ada. Ini apa-apaan. Ini mungkin Kadin kurang aktif apa gimana, nih. Atau Menteri Perindustrian gimana,” tutur Purbaya.
“Kenapa KKP belum order? Belum ada order ke sana? Kan kita mendorong pertumbuhan ekonomi. Uangnya udah saya anggarin loh, rugi saya pak. Utang-utang, dialokasi nggak dipakai. Terus kalau depan Presiden selalu bilang ada,” tuturnya dalam video pendek yang beredar di media sosial. ***



