Omah Penthoel Art Space, Ruang Kreatif Baru di Kulon Progo

Mabur.co – Terletak di tepi Kali Serang yang masih hijau dan asri, sebuah ruang publik sekaligus tempat kreatif baru, kini hadir di Kabupaten Kulon Progo. 

Tempat itu bernama Omah Penthoel Art Space, yang berada di Jalan Pengasih-Sentolo, tepatnya di Dusun Kepek, Kalurahan Pengasih, Kecamatan Pengasih, Kulon Progo. 

Digagas oleh salah seorang tokoh budayawan Kulon Progo, Joko Mursito, tempat ini bukan saja dibangun sebagai ruang publik baru untuk berkumpul dan berekreasi bagi masyarakat.

Namun juga dirancang sebagai wadah bagi para seniman untuk memamerkan karya hingga mempelajari dan mengapresiasi berbagai macam kesenian. 

Menempati lahan yang cukup luas, Omah Penthoel Art Space sudah dilengkapi berbagai fasilitas yang mendukung untuk penyelenggaraan acara besar, khususnya di bidang seni. 

Saat pertama kali masuk, akan terlihat sebuah pendopo joglo berdiri megah di halaman depan. Pendopo ini dirancang sebagai tempat menonton bagi para tamu VIP. 

Sementara tepat di halamannya terdapat lapangan luas yang dirancang untuk menggelar berbagai pertunjukan dengan melibatkan banyak orang. 

Dibuat dengan konsep terbuka, sejumlah bangku juga telah disiapkan di tengah lapangan tersebut yang menghadap langsung ke panggung utama tempat menggelar acara. 

Suasana di Omah Penthoel Art Space Pengasih Kulon Progo Foto JH Kusmargana

Di kanan kiri panggung itu terdapat dua buah panggung lainnya yang lebih kecil, yang biasanya digunakan untuk tempat rombongan musik pengiring. 

Dua buah bangunan berbentuk limasan juga sudah nampak berdiri di ujung kanan dan kiri lapangan, yang digunakan sebagai tempat transit, istirahat, sekaligus tempat berganti kostum para seniman.

Sementara di sekeliling lapangan terbuka, sejumlah gazebo juga nampak berdiri. Begitu juga ruang-ruang yang dibuat secara khusus untuk para pedagang kali lima berjualan aneka makanan.

“Tempat ini kita harapkan dapat menjadi pusat aktivitas kebudayaan di luar Taman Budaya, Kulon Progo. Seluruh pengelolaannya dilakukan oleh para pemuda di wilayah Pengasih,” ujar Joko Mursito kepada mabur.co.

Nama Omah Penthoel sendiri diambil untuk mengangkat kembali kesenian Tari Pentol Tembem. Yakni tarian tradisional yang dimainkan oleh dua orang dengan memakai topeng berwarna hitam dan putih. Yang menggambarkan kebaikan dan keburukan. 

Meski belum lama dibuka, keberadaan Omah Penthoel Art Space sudah mendapat sambutan positif dari masyarakat sekitar. Terbukti dari ramainya pengunjung yang hadir saat ada acara digelar.

Tak heran, keberadaan Omah Penthoel Art Space pun diharapkan dapat mewarnai dunia seni dan kebudayaan di Kulon Progo.

Yakni sebagai pusat kreatif baru yang menggabungkan area wisata, ruang edukasi, hingga tempat pertunjukan dalam satu lokasi. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *