Peringatan Nuzulul Quran, Quraish Shihab Doakan untuk Prabowo - Mabur.co

Peringatan Nuzulul Quran, Quraish Shihab Doakan untuk Prabowo

Mabur.co– Ulama dan cendekiawan Muslim, Prof. Muhammad Quraish Shihab, menyampaikan pesan yang meneguhkan hati yakni Alquran  bukan sekadar kitab suci, melainkan rahmat bagi seluruh alam semesta.

“Setiap kata yang tertulis di dalam Alquran, menuntun manusia pada keseimbangan, keadilan, dan kedamaian. Dari sinilah, kita bisa menarik pelajaran penting bagi para pemimpin, termasuk Bapak Prabowo Subianto, bahwa perjuangan memberantas korupsi tidak hanya membutuhkan keberanian, tetapi juga prinsip keadilan yang tegak,” ujarnya dilansir Kementerian Sekretariat Negara, Rabu (11/3/2026).

Ayah jurnalis Najwa Shihab, Quraish Shihab, menuturkan, perdamaian merupakan dambaan seluruh manusia dan menjadi pesan kuat dalam Alquran.

Bahkan, ketika pihak yang dianggap sebagai lawan mengajak untuk berdamai, umat diajarkan untuk menerima ajakan tersebut.

“Kedamaian adalah dambaan semua manusia, dambaan semua agama. Sedemikian penting kedamaian ini sampai-sampai Alquran menyatakan apabila musuh mengajak kamu untuk berdamai maka terimalah perdamaian itu,” lanjutnya.

Pada akhir ceramahnya, Quraish Shihab menyampaikan doa dan harapan bagi kepemimpinan Presiden Prabowo agar senantiasa diberi kekuatan dalam menjalankan amanah untuk menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat.

Doa tersebut, menurut Quraish Shihab, terinspirasi dari doa gurunya, Syekh Mutawalli Asy-Sya’rawi, yang pernah dipanjatkan kepada Presiden Mesir tentang hakikat kekuasaan yang bersumber dari Tuhan serta harapan agar pemimpin diberi kekuatan untuk menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi rakyatnya.

“Kalau Yang Mulia adalah takdir kami rakyat dalam arti Tuhan mentakdirkan Yang Mulia untuk melakukan kegiatan yang mensejahterakan rakyat. Maka kami berdoa, semoga kami dapat membantu Bapak,” ucapnya.

Menanggapi ceramah tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi atas pesan-pesan yang disampaikan Quraish Shihab, khususnya terkait makna damai, keadilan, dan amanah kepemimpinan.

Kepala Negara juga menegaskan bahwa kepemimpinan merupakan amanah besar yang bersumber dari Tuhan dan harus dijalankan untuk membela kebenaran serta menghadirkan keadilan bagi seluruh rakyat.

“Semakin saya sadar bahwa kepemimpinan itu adalah takdir, dan kekuasaan itu bersumber dari Yang Maha Kuasa, dan kekuasaan itu diberi sebagai penugasan untuk membela kebenaran, keadilan, dan kejujuran. Bahwa kekuasaan itu adalah tugas untuk melindungi dan membawa kesejahteraan serta keadilan kepada seluruh rakyat yang dipimpin,” tutur Presiden. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *