4 Astronot Cetak Sejarah, Manusia Pertama Capai Titik Terjauh Bumi - Mabur.co

4 Astronot Cetak Sejarah, Manusia Pertama Capai Titik Terjauh Bumi

Mabur.co – Empat astronot dari NASA mencetak sejarah baru dalam misi Artemis II dengan terbang ke titik terjauh dari Bumi dari yang pernah dicapai manusia sebelumnya. 

Mereka adalah Reid Wiseman, Victor Glover, dan Christina Koch, bersama dengan astronot CSA (Badan Antariksa Kanada) Jeremy Hansen.

Pesawat luar angkasa Orion yang mereka tumpangi tercatat mencapai jarak sekitar 402.000 kilometer dari Bumi, melampaui rekor yang sebelumnya dipegang oleh Apollo 13.

Misi ini juga menjadi penerbangan berawak pertama yang dilakukan manusia yang mengelilingi Bulan sejak era Apollo lebih dari 50 tahun silam.

Dilansir dari situs resmi NASA, Selasa (7/4/2026), di sana mereka tercatat berada di sisi terjauh Bulan selama 6 jam untuk melakukan pengamatan di area yang pernah tidak terlihat oleh manusia manapun dari Bumi.

Selama rentang waktu tersebut mereka tercatat melakukan observasi intensif di area yang minim pencahayaan matahari, untuk memberikan pandangan baru terhadap kondisi permukaan Bulan.

Salah satu temuan paling signifikan adalah pengamatan langsung terhadap enam kilatan cahaya yang berasal dari tumbukan meteorid di permukaan Bulan. 

Fenomena yang jarang terdokumentasi ini memperlihatkan kilatan yang terjadi akibat adanya benda luar angkasa kecil menghantam permukaan Bulan dengan kecepatan sangat tinggi.

Tak hanya itu para astronot juga mendokumentasikan berbagai fitur permukaan Bulan dengan fotografi resolusi tinggi, termasuk kawah tumbukan, aliran lava kuno, retakan, dan punggungan. 

Mereka mencatat variasi warna, kecerahan, serta tekstur yang memberikan petunjuk tentang komposisi dan sejarah geologi Bulan. Pengamatan ini penting untuk menentukan lokasi pendaratan yang aman pada misi mendatang.

Di lain sisi, astronot juga menyaksikan fenomena unik berupa “Earthrise” dan “Earthset”—yakni saat Bumi muncul dan menghilang di cakrawala Bulan.

Kru bahkan juga mengalami gerhana matahari selama hampir satu jam.  Yakni ketika Matahari, Bulan, dan pesawat berada dalam satu garis lurus.

Selain menjadi momen visual yang langka, fenomena ini diyakini akan membantu studi orientasi dan dinamika orbit antara Bumi dan Bulan.

Program ambisius NASA lewat misi Artemis II ini menjadi langkah awal untuk mengembalikan manusia ke Bulan sebelum akhir dekade ini, sekaligus menjadi pijakan menuju eksplorasi Mars.

Seluruh data yang dikumpulkan mulai dari foto, video, hingga telemetri nantinya akan digunakan untuk menyempurnakan misi Artemis berikutnya, termasuk rencana pembangunan pangkalan di Bulan.

Setelah misi selesai para astronot dijadwalkan kembali menuju Bumi dan mendarat di lepas pantai San Diego pada 10 April 2026. Setelah itu, mereka akan menjalani pemeriksaan medis sebelum kembali ke pusat NASA untuk evaluasi lebih lanjut.

Dengan keberhasilan ini, Artemis II tidak hanya mencetak rekor baru, tetapi juga membuka babak baru dalam eksplorasi luar angkasa manusia di abad ke 21.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *