Jadi Terobosan Baru, Pemerintah Dorong Embarkasi Berbasis Hotel di Berbagai Daerah - Mabur.co

Jadi Terobosan Baru, Pemerintah Dorong Embarkasi Berbasis Hotel di Berbagai Daerah 

Mabur.co – Ratusan calon jemaah haji kloter pertama asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi diberangkatkan menuju Tanah Suci melalui embarkasi berbasis hotel di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Selasa (malam). 

Keberangkatan ini menjadi yang pertama dan satu-satunya di Indonesia  karena mengusung konsep baru tanpa asrama haji, melainkan memanfaatkan fasilitas hotel sebagai lokasi pusat layanan bagi seluruh jemaah.

Prosesi pelepasan sendiri berlangsung di Hotel Ibis–Novotel, Temon, Kulon Progo.

Para jemaah diberangkatkan menggunakan sembilan armada bus menuju bandara sebelum terbang dengan pesawat Garuda Indonesia jenis Airbus A330 berbadan lebar.

Acara pelepasan digelar di ballroom hotel embarkasi dan dihadiri Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, bersama Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko.

Hadir pula GKR Mangkubumi, Sekda DIY NI Made Dwipanti Indrayanti, serta Bupati Kulon Progo Agung Setyawan beserta jajaran.

Usai seremoni, para calhaj nampak mulai memasuki bus sesuai kelompok.

Jemaah difabel dan lanjut usia diprioritaskan berangkat lebih awal dengan kendaraan khusus dan mendapatkan pendampingan petugas. 

Sementara rombongan lainnya diberangkatkan sekitar pukul 20.22 WIB menuju bandara dan tiba di area khusus penerbangan internasional tanpa melalui jalur penumpang reguler.

Proses pemeriksaan keamanan seperti skrining X-ray telah dilakukan sebelumnya di hotel, sehingga setibanya di bandara, jemaah langsung diarahkan masuk ke pesawat melalui garbarata.

Pesawat kemudian lepas landas sekitar pukul 00.15 WIB.

Airplane at gate at night with jet bridge attached and ground crew in yellow vests waving on the tarmac
Sejumlah petugas bandara memberikan salam perpisahan pada jamaah haji kloter pertama asal Daerah sebelum lepas landas menuju Tanah Suci melalui Bandara YIA (foto : JH Kusmargana)

Dirjen Puji Raharjo, menyatakan bahwa konsep embarkasi berbasis hotel di YIA merupakan terobosan baru dalam pelayanan haji di Indonesia.

Menurutnya, model ini menjadi langkah maju karena mampu menyederhanakan alur keberangkatan sekaligus meningkatkan kenyamanan jemaah.

Tak hanya itu dengan embarkasi berbasis hotel, biaya perjalanan haji juga dapat dipangkas hingga sebesar Rp300 ribu.

Namun jumlah tersebut sangat mungkin ditekan apabila jumlah kuota jemaah diperbanyak.

“Ini merupakan inovasi pelayanan yang patut diapresiasi. Ke depan, model seperti ini sangat memungkinkan untuk diterapkan di kota-kota lain,” ujarnya.

Senada, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko, menilai konsep ini tidak hanya efisien dari sisi operasional, tetapi juga berdampak ekonomi bagi daerah sekitar. 

Termasuk juga memangkas biaya pembangunan asrama haji, yang selama ini membutuhkan dana besar.

Tidak hanya untuk pembangunan namun juga biaya perawatannya. 

“Model ini bisa menjadi solusi atas keterbatasan pemerintah dalam membangun asrama haji yang membutuhkan biaya besar. Ke depan, pendekatan seperti ini perlu terus didorong. Jangan sampai ada asrama yang meski sudah dibangun dengan biaya besar justru mangkrak,” katanya.

Tahun ini, embarkasi YIA sendiri dijadwalkan melayani sebanyak 9.320 jemaah yang terbagi dalam 26 kloter.

Dari jumlah tersebut, 3.828 jemaah berasal dari DIY, sementara 5.492 lainnya berasal dari wilayah Jawa Tengah bagian selatan.

Dengan berbagai keunggulan tersebut, pemerintah membuka peluang untuk memperluas penerapan embarkasi berbasis hotel sebagai standar baru pelayanan haji nasional yang lebih efisien, fleksibel, dan berorientasi pada kenyamanan jemaah. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *