2 Bus Jemaah Haji Indonesia Kecelakaan di Jabal Magnet, Kawasan Misterius di Madinah - Mabur.co

2 Bus Jemaah Haji Indonesia Kecelakaan di Jabal Magnet, Kawasan Misterius di Madinah

Mabur.co – Nama Jabal Magnet di Kota Madinah, Arab Saudi, kembali mencuat setelah insiden 2 bus yang membawa rombongan Jemaah Haji Indonesia mengalami kecelakaan di kawasan ini Selasa (28/04/2026).

Terletak sekitar 60 kilometer dari Kota Madinah, Jabal Magnet selama ini memang dikenal sebagai tempat tujuan wisata religi yang populer dan banyak dikunjungi jemaah haji dan umrah dari seluruh dunia termasuk dari Indonesia.

Didominasi oleh pegunungan berwarna hitam dan merah bata, tempat yang dikelilingi padang pasir tandus ini dikenal misterius karena memilki fenomena alam yang sulit dijelaskan secara kasat mata.

Sesuai namanya, Jabal Magnet atau Gunung Magnet, merupakan kawasan perbukitan yang memiliki gaya tarik atau medan magnet sangat kuat. 

Saking kuatnya medan magnet yang ada, kendaraan seperti mobil atau bus yang melintas di kawasan ini bisa bergerak sendiri tanpa bantuan mesin.

Jika ada mobil yang diparkir di jalur tertentu, bahkan bisa melaju mundur, seolah-olah menanjak dengan sendirinya mendekati Jabal Magnet. 

Tak hanya itu, saking kuatnya medan magnet yang ada di kawasan ini, sejumlah alat seperti kompas hingga perangkat elektronik kerap tidak berfungsi saat berada di sini. Tak heran jika sinyal telepon seluler juga kerap hilang bila memasuki Jabal Magnet. 

Dikutip blog.erahajj nama asli Jabal Magnet adalah Manthiqa Baidha yang berarti “Perkampungan Putih”. Dahulu, tempat ini oleh masyarakat setempat juga dikenal sebagai Lembah Jin karena berbagai keanehan yang kerap terjadi di sana.

Ada kisah menarik di balik penemuan lokasi ini. Konon, seorang Arab Badui sedang dalam perjalanan melintasi kawasan tersebut. Ia menghentikan mobil untuk buang air kecil, mematikan mesin, namun lupa menarik rem tangan.

Saat kembali, ia terkejut melihat mobilnya bergerak sendiri dan melaju semakin cepat. Ia berusaha mengejarnya, tetapi gagal. Mobil itu baru berhenti setelah menabrak tumpukan pasir di tepi jalan. Sejak saat itulah keanehan Jabal Magnet mulai dikenal luas.

Popularitas Jabal Magnet terus meningkat, terutama saat musim haji dan umrah lantaran banyak jemaah dari berbagai belahan dunia penasaran dan ingin mengunjunginya. 

Sejak saat itu pemerintah Arab Saudi mengembangkan kawasan ini menjadi destinasi wisata. Jalur khusus pun dibuat agar pengunjung dapat merasakan langsung sensasi mobil bergerak sendiri. 

Termasuk juga berbagai fasilitas penunjang seperti tenda penginapan hingga kendaraan mini yang bisa disewa di sekitar lokasi.

Secara ilmiah, fenomena Jabal Magnet sendiri sebenarnya memiliki penjelasan geologis yang kuat. Kota Madinah dan sekitarnya berdiri di atas Arabian Shield, formasi batuan purba yang berusia sekitar 700 juta tahun. 

Wilayah ini terbentuk dari endapan lava alkali basaltik seluas kurang lebih 180.000 kilometer persegi. Aktivitas vulkanik ini terjadi sekitar 10 juta tahun lalu, dengan puncak intensitas sekitar 2 juta tahun silam. 

Dimana lava muncul ke permukaan melalui zona rekahan sepanjang sekitar 600 kilometer yang dikenal sebagai garis vulkanik Makkah-Madinah-Nufud.

Para ahli meyakini, struktur geologi inilah yang menyebabkan ilusi optik dan anomali gravitasi di kawasan tersebut. Medan di sekitar jalan membuat kendaraan tampak bergerak melawan gravitasi.

Padahal sebenarnya jalan tersebut menurun secara halus. Efek visual inilah yang sering disalahartikan sebagai kekuatan magnet.

Terlepas dari penjelasan ilmiahnya, Jabal Magnet tetap menjadi salah satu destinasi wisata paling menarik di sekitar Madinah. Perpaduan antara keindahan alam, cerita legenda, dan fenomena unik menjadikan tempat ini sangat ramai dikunjungi. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *