Feri Amsari: Presiden Sudah Terlalu Banyak Tim Komunikasi di Dalam Istana - Mabur.co

Feri Amsari: Presiden Sudah Terlalu Banyak Tim Komunikasi di Dalam Istana

Mabur.co – Sebagai kabinet “tergemuk” sejak era reformasi, pemerintahan presiden Prabowo Subianto sepertinya benar-benar fokus membenahi aspek komunikasi, termasuk komunikasi kepada publik.

Mulai dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Kantor Staf Presiden (KSP), Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), hingga yang paling kontroversial yakni Sekretaris Kabinet, semuanya tampak selalu menghiasi layar kaca pemberitaan di berbagai media, dan berbicara dari sudut pandang pemerintah, terkait berbagai isu terkini, dan seterusnya.

Bagi seorang pakar hukum tata negara seperti Feri Amsari, hal semacam itu semestinya tidak diperlukan. Karena nyatanya, komunikasi pemerintah kepada publik hingga saat ini juga masih tergolong buruk. Mereka lebih sering menyerang personal para pengkritik atau berbicara di luar substansi, ketimbang meng-counter-nya dengan data yang memadai dan dapat dipercaya.

“Kalau kita lihat sekarang ini aja, minyak sudah mulai mahal, LPG sudah mulai langka, MBG keracunan, gentengisasi yang tidak ada di Bappenas (Badan Perencanaan Nasional), dan juga program-program yang lain. Bagi saya, banyak tabrakan (komunikasi) yang bisa membawa negara menuju ke ruang yang sangat mengkhawatirkan. Ruang yang menurut saya akan sangat “gelap” (seperti tagline ‘Indonesia Gelap’),” ujar Feri Amsari, seperti dilansir dari kanal YouTube 2045 TV, belum lama ini.

Menurut Feri, selain akan membawa negara ke ruang yang “lebih gelap”, banyaknya komunikasi dari pihak-pihak yang berbeda di kalangan pemerintah juga berpotensi memperbesar miskomunikasi diantara mereka sendiri, sekaligus miskomunikasi kepada rakyat.

“Bisa saja yang disampaikan presiden itu A, sampainya itu A minus kepada para menteri. Atau dari menteri itu misalnya menyampaikan X, tapi sampainya Y ketika didengarkan oleh presiden, dan seterusnya. Nah, cara komunikasi lintas menteri seperti ini jelas nggak bagus bagi presiden (dan juga rakyat),” tambah Feri.

Dengan banyaknya tim komunikasi yang dibentuk pemerintahan presiden Prabowo, Feri beranggapan bahwa mereka sudah memiliki segalanya, untuk bisa menciptakan komunikasi yang sehat dan membangun optimisme positif bagi seluruh rakyat Indonesia.

Namun sayangnya, yang terjadi malah cenderung ke arah sebaliknya, setidaknya hingga saat ini. (*)

\

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *