Mengapa di Lingkungan Istana Selalu “Pokoknya Ada” Seskab Teddy? - Mabur.co

Mengapa di Lingkungan Istana Selalu “Pokoknya Ada” Seskab Teddy?

Mabur.co – Senada dengan apa yang pernah diucapkan oleh tokoh politik senior, Amien Rais, dalam videonya di kanal YouTube pribadinya beberapa waktu lalu, pakar hukum tata negara, Feri Amsari, juga merasakan gejala yang sama, terkait tugas dan kewenangan Teddy Indra Wijaya, yang dianggap sudah lebih dari sekadar Sekretaris Kabinet (Seskab).

Amien Rais sendiri tidak mengubah pandangannya sedikitpun mengenai Seskab Teddy, sekalipun videonya harus di-take down oleh pihak Komdigi (Kementerian Komunikasi dan Digital), belum lama ini.

Bagi Feri Amsari sendiri, Teddy Indra Wijaya sudah seperti penjaga terakhir di pintu istana, yang bisa mengatur siapa saja orang yang hendak bertemu presiden, dan seterusnya.

“Dia (Seskab Teddy) bukanlah menteri segala urusan. (Seolah-olah) semua (menteri) harus lapor kepada Seskab. Sekarang kan muncul tuh, menteri ini lapornya ke Seskab, menteri itu lapornya ke Seskab, dan seterusnya. Tata negara (yang baik dan benar) harusnya nggak kayak gitu,” ungkap Feri Amsari, seperti dilansir dari kanal YouTube 2045 TV, belum lama ini.

Feri menambahkan, di dalam Undang-Undang Dasar maupun Undang-Undang tentang Kementerian Negara juga telah dijelaskan, bahwa menteri bertanggung jawab langsung kepada presiden, dan tidak perlu melalui Seskab sama sekali.

“Dimana fungsi Seskab (berdasarkan UUD maupun UU tentang Kementerian Negara)? Di dalam Undang-undang Kementerian Negara nggak ada, di dalam Undang-undang Dasar juga nggak ada. Tapi kenapa dia (Seskab Teddy) lebih powerful (ketimbang para menteri) coba?” tambah Feri.

Dalam konteks ketatanegaraan semacam ini, Feri pun berkesimpulan bahwa presiden Prabowo tampak tidak mengerti hukum tata negara sama sekali, melainkan hanya mengandalkan siapa yang paling dekat, dialah yang berhak (mengendalikan segala urusan).

Persis seperti yang pernah ia sampaikan dalam acara halal bihalal “Sebelum Pengamat Ditertibkan” pada akhir Maret lalu. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *