Mabur.co– Jagat media sosial X (dahulu Twitter) mendadak gempar setelah sebuah unggahan mengungkap perilaku tidak profesional salah satu oknum pegawai penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Ujungberung, Kota Bandung.
Oknum tersebut kedapatan melakukan siaran langsung di TikTok sambil merokok di lingkungan kerja.
Aksi pegawai SPPG tersebut beredar luas di media sosial dan langsung menuai sorotan publik karena dinilai tidak mencerminkan sikap profesional.
Sejumlah warganet pun meluapkan kritiknya di media sosial.
“We got you! Salah seorang SPPG Pasirwangi 001 nih live TikTok petantang-petenteng sambil merokok,” tulis akun @embegej****, dilansir Kamis (7/5/2026).
Netizen lain menyahut dengan menyebut tindakan staf SPPG itu dinilai tidak profesional.
“Karyawan SPPG tuh emang banyak yang inkompeten, ya karena mereka asalnya pengangguran yang kebetulan dekat dengan punya dapur,” tulis akun @mujaerra**** di platform X.
Dua jam sebelum video permintaan maaf diunggah, pihak SPPG mengunggah klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka kepada seluruh pihak dan mitra yang tidak nyaman.
“Kami mengakui bahwa kejadian itu benar adanya dan merupakan bentuk kelalaian yang tidak mencerminkan standar sikap, etika, serta profesionalitas yang kami junjung tinggi dalam lingkungan SPPG,” ungkap pihak SPPG Pasirwangi, Ujungberung, Bandung.
Disebutkan bahwa tindakan merokok yang direkam dalam siaran langsung dilakukan di area halaman depan dapur dan tidak pantas ditampilkan apalagi membawa nama institusi.
“Yang bersangkutan telah mengakui kesalahannya dan bersedia menerima konsekuensi atas tindakannya dan mengundurkan diri dari posisinya sebagai admin SPPG,” demikian pernyataan tertulis dari SPPG tersebut.
Unggahan permintaan maaf itu mendapat komentar beragam. Banyak yang mengapresiasi permintaan maaf dari pihak SPPG dan memberikan semangat memperbaiki kesalahan.
Namun ada juga yang menyindir. “gpp, kalo (SPPG) ditutup sementara insentif 6jt tetap masuk kok” sebut akun @rofifatur. Atau ada yang langsung menyatakan, “Ka, mengundurkan diri aja, saya mau masukin lamaran.”
Netizen lain menyahut dengan menyebut tindakan staf SPPG itu dinilai tidak profesional.
“Karyawan SPPG tuh emang banyak yang inkompeten, ya karena mereka asalnya pengangguran yang kebetulan dekat dengan punya dapur,” tulis akun @mujaerra**** di platform X.



