Mabur.co- Museum Memorial Jenderal Besar HM. Soeharto yang berada di Dusun Kemusuk Lor, Argomulyo, Bantul, Rabu (13/5/2026), menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda.
Sebanyak 150 Siswa SD IT Alam Nurul Islam ring road barat, Nogotirto, Gamping, Sleman, mengikuti kunjungan edukatif.
Kepala sekolah SD IT Alam Nurul Islam, Zahrotus Suroya, S.Pd., mengatakan, Museum Memorial Jenderal Besar HM. Soeharto dipilih karena tidak sekadar sebagai bangunan bersejarah, melainkan sebagai ruang waktu yang memvisualisasikan tanah kelahiran serta tempat di mana Pak Harto menghabiskan masa kecilnya.
“Nilai-nilai perjuangan pahlawan nasional dan bapak pembangunan, Jenderal Besar HM.Soeharto diharapkan akan menjadi sumber inspirasi bagi siswa siswi kami. Semoga mereka kelak bisa menjadi bagian penting dalam pembangunan Indonesia,” katanya, saat diwawancarai mabur.co.
Kepala Museum Memorial Jenderal HM Soeharto, Gatot Nugroho, mengatakan, kegiatan ini juga bisa mengenalkan perjuangan bangsa kepada generasi penerus, dimulai dari pendidikan dasar dan berkelanjutan.
“Saya berharap anak Indonesia bisa selalu mencintai tanah air, berwawasan kebangsaan kuat, berkarakter Pancasila dan memahami sejarah perjuangan bangsanya,” katanya.
Gatot mengatakan, kedatangan SD IT Alam Nurul Islam, bisa memberikan kesan dan penuh kenangan.
“Saya berharap dari kunjungan ini bisa menjalin hubungan yang baik dan berkesinambungan antara museum dengan lembaga pendidikan, baik dari PAUD, TK, SD, SMA hingga perguruan tinggi. Ini adalah salah satu upaya agar museum selalu di hati anak, siswa, guru, dan masyarakat.
Alhamdulillah museum HM. Soeharto setiap hari selalu menjadi tempat pembelajaran sejarah bangsa bagi generasi Indonesia. Kunjungan museum pada bulan April 2026 kemarin mencapai 8.200 orang, rata-rata pengunjung terbanyak adalah pelajar sebanyak 80 persen,” katanya.
Gatot menjelaskan, Museum HM Soeharto, dibangun oleh adik kandung Jenderal Soeharto, H. Probosutedjo, untuk mengenang jasa dan pengabdian beliau.
“Museum ini berada di daerah Kemusuk, yang merupakan tanah kelahiran serta tempat di mana Pak Harto menghabiskan masa kecilnya,” tegasnya.




