Oleh: Satmoko Budi Santoso
Setiap tahun baru tiba selalu menjadikan momentum berbenah. Apa pun dibenahi. Khususnya rencana. Tidak ada orang yang ingin mengulangi kesalahan dan kekurangan, meskipun tidak mungkin juga setiap orang akan selalu bisa benar dan lengkap.
Tetapi setidaknya tahun baru akan menjadi penanda bahwa harus ada janji diri dan janji hati untuk menjadikan momentum perubahan terjadi. Ini hal yang wajar karena manusia, siapa pun dia, berpendidikan atau tidak, akan begitu.
Di masa kini, resolusi akan bisa kita tulis hanya dalam ingatan, diucapkan di depan orang tertentu, ditulis dalam ponsel sebagai agenda, atau bahkan diecer dan diumbar di media sosial agar diketahui khalayak. Semuanya bisa menjadi penting bisa pula tidak. Tergantung siapa yang memandang dan menilai.
Namun budaya resolusi menjadi bernilai khas karena di masa kini bisa ditunjukkan secara umum itu! Resolusi tidak hanya diucapkan atau diikrarkan untuk diri sendiri atau di dalam hati saja, namun bisa ditradisikan secara verbal dan masif.
Semua itu tidak ada yang salah. Sejauh masih dalam tindakan ajakan untuk menuju kebaikan dan dituliskan baik-baik, tanpa umpatan karena bisa menjadi delik tersendiri, maka sah-sah saja.
Bersama mabur.co bisa jadi tahun baru Anda juga akan dipenuhi resolusi. Resolusi menjadi ciri budaya massa yang semakin tak terhindarkan. Resolusi menjadi gaya hidup tersendiri yang tak perlu malu-malu meong ditransparansikan!
Mari segera membuat resolusi di era tahun baru 2026 ini. Dengan mencatatkan semua rencana di mana pun pantas rencana itu dicatatkan. Itu sangatlah bagus karena dengan begitu berarti Anda harus mengejar target dan berusaha keras mewujudkan resolusi itu teraih. Jika tidak, hanya tinggal kecewa, mengaduh, mengerang, atau melengos biasa saja?
Pada 2026 ini pula, saya dan Anda bisa saja akan sibuk dengan mencocokkan ramalan zodiak, shio, atau ramalan nasib jenis apa pun sebagai salah satu sandaran kepercayaan diri mengawal resolusi. Apakah masih cukup relevan pula pepatah alon-alon waton kelakon? Pelan-pelan yang penting sampai pada tujuan?
Keyakinan dan keteguhan akan menjadi pilar penguat dalam menjaga resolusi dan menegakkan budaya menepati obsesi. Sekecil apa pun obsesi tidak perlu dicurangi karena menyurangi obsesi berarti menciderai rencana. Tapi, apakah rencana sendiri memang bisa diciderai?
Terhadap setiap resolusi semua orang hanya ingin tercapai dengan baik. Titik! Meskipun kesialan juga akan selalu mengintai dan budaya kita mengajarkan harus berdamai jika kesialan akan menghampiri dalam setiap resolusi. Jalan terbaik adalah berusaha sekuat tenaga, semaksimal mungkin menuju tinggal landas cita-cita resolusi itu. Mabur atau terbang menembus langit harapan dengan langkah-langkah nyata dan harus siap terjatuh jika memang ada aral yang menghadang.
Lalu seperti apakah resolusi nyata kita di tahun 2026 ini? Segeralah selesaikan liburan dan meluangkan waktu merenung, mabur bersama imajinasi menata diri, hati, pikiran, dan tapak kaki. Meskipun libur masih satu hari dan besok adalah waktu yang tepat untuk menyudahi semua pakansi.
Jika masih ada pakansi, maka hanya ada waktu singkat untuk membenamkan diri dalam setiap resolusi karena Senin sudah kembali menyergap dan mewujudkan budaya kerja nyata telah menunggu di depan mata. ***



