Mabur.co – Media sosial dibuat heboh dengan munculnya kabar terkait aksi kriminal dengan modus melalui teror pocong di wilayah Tangerang.
Sejumlah warganet menyebut teror ini sengaja dilakukan untuk menakuti calon korbannya lantas memanfaatkan situasi tersebut untuk melakukan aksi kriminal.
Kabar terkait hal ini salah satunya ramai di media sosial X. Lewat unggahannya salah satu akun nampak memperingatkan nitizen agar waspada terhadap teror pocong ini.
“DI Kabupaten Tangerang sampai Tangerang Kota lagi banyak teror pocong. Biasanya muncul dari jam 10 sampai tengah malam. Dugaannya itu modus kriminal,” ujar akun tersebut.
Selain menyebut aksi tersebut merupakan modus tindak perampokan, akun itu juga memperingatkan agar netizen waspada dan melakukan upaya antisipasi baik dengan tidak pulang malam hingga memastikan pintu dan jendela terkunci rapat.
Cek Lokasi
Menindaklanjuti kabar tersebut, jajaran Polresta Tangerang sendiri diketahui langsung melakukan pengecekan ke lokasi yang disebut menjadi tempat munculnya teror pocong tersebut.
Dikutip Detik.com, petugas mengaku telah menuju titik lokasi yang dimaksud yakni di Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, amun setelah dicek ternyata hasilnya nihil.
“Ya, sampai saat ini belum ditemukan. Kami masih melakukan pendalaman karena belum ada laporan resmi yang masuk atau disampaikan kepada pihak kepolisian terkait kejadian tersebut,” ujar Kasi Humas Polresta Tangerang Ipda Sandro Tree Bahara, Rabu (20/5/2026).
Menurut Sandro, informasi mengenai teror pocong tersebut baru sebatas unggahan di media sosial dan belum dapat dipastikan kebenarannya. Polisi juga masih mendalami motif di balik penyebaran informasi itu. Termasuk melacak akun yang pertama kali mengunggah informasi mengenai dugaan teror pocong tersebut.
“Iya, akan kami telusuri. Perkembangan selanjutnya nanti akan kami sampaikan kembali,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolresta Tangerang Kombes Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah turut merespons viralnya isu teror pocong di Tangerang.
Ia pun meminta masyarakat senantiasa meningkatkan kewaspadaan, namun tetap tenang dan tidak panik, serta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum tervalidasi kebenarannya.
“Jangan sampai masyarakat merasa takut yang justru dimanfaatkan untuk melakukan tindak pidana seperti pencurian maupun perampokan,” katanya.
Indra pun memastikan jajarannya melalui Bhabinkamtibmas bersama unsur Babinsa dan perangkat lingkungan lainnta untuk meningkatkan patroli di wilayah permukiman warga, khususnya pada malam hingga dini hari.
Selain itu, ia juga meminta masyarakat agar kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan (siskamling) atau ronda malam sebagai langkah antisipasi demi menjaga keamanan lingkungan masing-masing.
“Kami juga mengajak masyarakat menghidupkan kembali ronda atau siskamling. Keamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” ungkapnya.




