Langkanya Susu Keju di Indonesia, Warga Cangkringan Sleman Membuat Susu Keju Mandiri

mabur.co- Sulitnya untuk mendapatkan susu keju demi anak kesayangan akibat bocor jantung, membuat Nieta Pricilia Puspitasari, warga Desa Wukirsari, Kapanewon Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, memutuskan untuk membuat susu keju dengan cara mandiri bersama sang suami.

Nieta Pricilia Puspitasari, mengatakan, susu keju buatannya tidak mengandung bahan pengawet, aditif, perasa buatan, pewarna makanan kimiawi atau bahan gmo (genetically modified organism). Susu keju buatannya menggunakan susu yang berasal dari sapi pemakan rumput.

Rumputnya bebas pestisida atau pupuk kimiawi serta bebas dari suntikan hormon antibiotik pemacu produksi susu.

Nieta menjelaskan, ia memutuskan untuk melakukan natural treatment,  yang diberikan kepada sang anak harus alami, tidak boleh mengandung pewarna, perasa, maupun pengawet.

Ia dan suami kemudian memproduksi fermentasi olahan susu, tanpa disangka ia bersama suami mempelajari tradisi terhormat para pembuat keju natural di Putaruru, Selandia Baru dan Auvergne, Prancis. Hingga kini, susu keju buatannya telah memproduksi sekitar 23 jenis keju, beberapa di antaranya merupakan fresh cheese, seperti halloumi dan mozarella.

Pabrik susu keju secara resmi didirikan di lereng Gunung Merapi pada 2015 lalu.

“Hasil dari coba-coba membuat susu keju selama dua tahun lamanya dan bahkan berhasil menyembuhkan penyakit anak, akhirnya memperbanyak pembuatan produksi susu keju. Bahkan susu keju tersebut berhasil dipasarkan di berbagai kota di Indonesia dan luar negeri. Tak jarang juga warga mendatangi pabrik dan membeli langsung di tempat produksi,” katanya.

Susu keju buatan Nieta Pricilia Puspitasari tidak mengandung bahan pengawet aditif perasa buatan pewarna makanan kimiawi atau bahan gmo genetically modified organism Foto SetiakyAKusuma

“Saya terjun ke dalam bisnis keju dapat dibilang bukan hal yang direncanakan. Pada 2011, saya bersama suami memulai proses perjalanan untuk mempelajari dan membuat sendiri berbagai macam makanan dan minuman fermentasi di dapur. Hal ini didorong karena kondisi buah hati yang sewaktu itu divonis menderita bocor jantung,” tuturnya, Minggu, 4 Januari 2026.

Nieta menambahkan berkat kegigihan dan perjuangannya dalam membentuk manajemen dalam memproduksi susu keju, ia bersama suami telah berhasil mendapatkan omzet hingga tiga ratus juta  rupiah dalam satu bulannya.

“Untuk memenuhi produksinya,  saya bersama suami memilki dua puluh karyawan yang dibagi di beberapa proses produksi. Dalam satu hari, saya bersama suami telah berhasil memproduksi susu keju sebanyak seribu liter,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *