Hiasi Lini Masa Media Sosial, Apakah Sebenarnya Kimpul?

5 Min Read
Kimpul mendadak ramai menghiasi lini masa media sosial hingga sempat menjadi trending topik di platform X. Warganet pun penasaran dengan umbi lokal yang satu ini. (Ilustrasi Foto: Getty Image)

Mabur.co- Belakangan ini, kimpul mendadak ramai menghiasi lini masa media sosial hingga sempat menjadi trending topik di platform X. Warga net pun penasaran dengan umbi lokal ini setelah kreator TikTok akun @black.sheep8208, membagikan kreasi makanan kekinian berbahan dasar kimpul.

Guru Besar Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, FTP-UGM, Prof. Dr. Ir. Sri Raharjo, M.Sc, menuturkan, secara botani, kimpul dan talas sama-sama termasuk dalam keluarga Araceae atau suku talas-talasan.

“Keduanya berasal dari genus yang berbeda sehingga dikategorikan sebagai tanaman yang tidak sama,” ujarnya, Rabu (5/8/2026).

Sri Raharjo mengatakan, talas yang paling banyak dikenal masyarakat memiliki nama ilmiah Colocasia esculenta, sedangkan kimpul dikenal sebagai Xanthosoma sagittifolium. Pada sejumlah daerah, kimpul juga dikenal dengan sebutan talas Belitung.

“Perbedaan genus tersebut menunjukkan, meskipun keduanya masih berkerabat dekat, masing-masing memiliki karakteristik biologis yang berbeda. Hal itu memengaruhi bentuk tanaman, struktur umbi, tekstur setelah dimasak, hingga kandungan nutrisi yang dimiliki,” ucapnya.

Budidaya Wilayah Tropis

Menurut Sri Raharjo, kimpul telah lama dibudidayakan di berbagai wilayah tropis, termasuk Indonesia.

“Tanaman ini dikenal mampu tumbuh pada lahan dengan kondisi yang beragam, sehingga kerap dimanfaatkan sebagai salah satu sumber pangan alternatif di pedesaan,” ucapnya.

Di mata Sri Raharjo pula, perbedaan paling mudah dikenali antara kimpul dan talas terdapat pada bentuk umbi serta struktur tanamannya.

Tanaman talas (Colocasia esculenta) umumnya menghasilkan satu umbi induk berukuran besar dengan jumlah umbi anakan yang relatif sedikit.

Bentuknya cenderung bulat memanjang atau silinder.

“Sementara itu, kimpul (Xanthosoma sagittifolium) menghasilkan banyak umbi anak yang mengelilingi umbi induknya. Umbi-umbi kecil inilah yang umumnya dipanen dan dikonsumsi masyarakat,” ucapnya.

Pada tanaman talas, tangkai daun melekat di bagian tengah bawah helaian daun sehingga membentuk daun menyerupai perisai.

Sebaliknya, tangkai daun kimpul menempel pada lekukan pangkal daun sehingga bentuknya menyerupai mata anak panah. Ciri inilah yang menjadi salah satu pembeda paling jelas antara kedua tanaman tersebut.

“Saat diolah menjadi makanan, tekstur kimpul juga berbeda dengan talas. Daging umbi kimpul cenderung lebih pulen, lembut, sedikit kenyal, dan memiliki rasa gurih alami,” katanya.

Pengganti Kentang

Kimpul kini mulai banyak dimanfaatkan sebagai pengganti kentang dalam berbagai resep modern, mulai dari mashed potato, kroket, gratin, hingga aneka camilan.

“Dilihat dari nilai gizinya, baik kimpul maupun talas sama-sama merupakan sumber karbohidrat kompleks yang baik bagi tubuh. Meski demikian, komposisi nutrisi keduanya tidak sepenuhnya sama,” ungkapnya.

Menurut Sri Raharjo, kimpul memiliki kandungan pati yang relatif lebih tinggi dibandingkan talas. Butiran patinya juga berukuran lebih besar sehingga memengaruhi tekstur ketika diolah menjadi tepung, adonan kue, maupun camilan.

Selain sebagai sumber energi, kimpul juga mengandung serat pangan dalam jumlah cukup tinggi yang membantu memperlambat proses pencernaan karbohidrat. Kandungan ini membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.

“Dari sisi vitamin, kimpul mengandung vitamin C serta vitamin B kompleks, seperti tiamin, riboflavin, dan niasin yang berperan dalam metabolisme energi dan membantu menjaga fungsi sel tubuh,” katanya.

Mengenal Talas

Di sisi lain, talas dikenal memiliki kandungan vitamin B6 dan vitamin E yang relatif lebih tinggi. Kedua vitamin tersebut berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit, sistem saraf, serta membantu melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Untuk kandungan mineral, kimpul mengandung kalsium, fosfor, dan zat besi yang bermanfaat dalam menjaga kesehatan tulang serta membantu pembentukan sel darah merah.

“Talas memiliki kandungan kalium dan magnesium yang sedikit lebih dominan. Kedua mineral tersebut berfungsi menjaga keseimbangan cairan tubuh, membantu fungsi otot, dan mendukung kestabilan tekanan darah,” ucapnya.

Meski memiliki banyak manfaat, kimpul dan talas sama-sama mengandung senyawa alami berupa asam oksalat dan kristal kalsium oksalat berbentuk jarum yang dikenal sebagai raphides.

Kristal tersebut dapat menimbulkan sensasi gatal pada lidah, bibir, tenggorokan, bahkan iritasi ringan apabila umbi dikonsumsi dalam keadaan mentah atau belum matang sempurna.

Kandungan oksalat pada kimpul dapat berbeda-beda tergantung varietas tanaman, tingkat kematangan umbi, hingga kondisi tanah tempat tanaman dibudidayakan.

“Oleh karena itu, proses pengolahan menjadi tahap yang sangat penting sebelum kimpul dikonsumsi,” katanya.

TAGGED:
Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar