Bahasa Walikan Malang, Ruang bagi Generasi Muda Mengenal Sejarah

4 Min Read
Boso Walikan yang unik ini umumnya digunakan oleh para anak muda Malang Raya sebagai bahasa pergaulan sehari-hari, yang juga merupakan identitas tersendiri bagi warga Malang di mana pun mereka berada. (ilustrasi Foto: Istimewa)

Mabur.co– Malang bukan hanya menjadi tempat mahasiswa menempuh pendidikan. Kota ini juga menjadi ruang bagi generasi muda dari berbagai daerah untuk mengenal sejarah, budaya, dan identitas lokal.

Bahasa Jawa Malang atau Dialek Malang yang disebut juga sebagai Osob Kiwalan atau Boso (bahasa) Walikan adalah sebuah dialek bahasa Jawa yang dituturkan di kawasan Malang Raya.

Dialek ini memiliki ciri khas berupa membalikkan posisi huruf pada kosakata bahasa Jawa atau pun bahasa Indonesia pada umumnya, kecuali pada konsonan rangkap, afiks, dan gabungan suku kata yang tidak memungkinkan bisa dibalik.

Pelestarian Boso Walikan menjadi perhatian serius Pemkot Malang.

Bahasa slang khas Kota Malang itu rencananya menjadi pembelajaran muatan lokal (mulok) di sekolah.

Salah satu upaya dalam pelestarian boso walikan ini dilakukan dalam gelaran Ngalam Hebak (Malang Kabeh) yang dihelat di Sasana Krida Budaya, Celaket, Kota Malang.

Gelaran yang diinisiasi Polresta Malang Kota ini turut menggandeng Pemkot Malang, elemen masyarakat, budayawan hingga akademisi.

Dalam gelaran itu, budaya boso walikan menjadi salah satu bahasan penting yang dinilai perlu mendapat perhatian untuk dilestarikan.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi menuturkan, gerakan melestarikan boso walikan ini lahir dari hasil diskusi intensif bersama akademisi dan berbagai elemen masyarakat.

“Bahasa Walikan adalah identitas dan ciri khas Kota Malang yang membedakan dari daerah lain. Ini yang harus sama-sama kita gelorakan untuk terus menumbuhkan rasa kepedulian, rasa memiliki, serta harus kita jaga,” katanya dilansir detik.com, Kamis (1/10/2026).

Pelestarian Boso Walikan

Danang menuturkan, pelestarian boso walikan ini tidak hanya tumbuh dari keinginannya untuk merawat budaya serta adanya dorongan dari berbagai pihak yang turut mendukung.

“Kalau tidak kita, siapa lagi. Karena kita yang tinggal dan bersosialisasi di sini (Kota Malang). Kita semua wajib menjaga, melestarikan, dan menggaungkan nilai-nilai patriotik, kebersamaan, serta nilai-nilai baik yang menjadi identitas Kota Malang,” imbuhnya

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan, dekorasi Ngalam Hebak merupakan inisiasi Kapolresta Malang Kota.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah Boso Walikan atau Kiwalan.  

“Sebagai orang asli Malang, kami harus melestarikan salah satu tradisi ini,” ujarnya.

Wahyu mengatakan, ke depan, Pemkot Malang tidak hanya mempertahankan eksistensi Boso Walikan.

Namun bakal dicoba disebarluaskan kepada masyarakat di luar daerah. Sehingga budaya tersebut bisa lebih banyak diketahui masyarakat luas.  

”Setiap ada kunjungan pejabat ke sini (Kota Malang) saya selalu menggunakan Boso Walikan,” katanya.

Sementara itu, Dekan FISIP Universitas Brawijaya (UB), Dr. Imron Rozuli menuturkan, posisi Malang sebagai kota pendidikan membuat mahasiswa dari berbagai daerah datang, tinggal dan berinteraksi dengan masyarakat lokal.  

“Malang adalah kota yang terus bertumbuh dan bertemu dengan banyak identitas. Tantangannya bagaimana keterbukaan itu tetap berjalan tanpa membuat masyarakat kehilangan akar sejarah dan kebudayaannya,” katanya.

Imron menilai, pembelajaran tentang budaya tidak cukup hanya dengan menyampaikan informasi mengenai sejarah dan kebudayaan.

Generasi muda perlu memiliki ruang untuk berinteraksi langsung dengan budaya yang ada di lingkungan tempat mereka belajar dan tinggal.

“Generasi muda tidak cukup hanya diberi tahu bahwa Malang mempunyai sejarah dan budaya. Mereka perlu memperoleh ruang untuk mengenal, mengalami dan kemudian memberikan makna baru terhadap kebudayaan itu sesuai zamannya,” ujarnya. 

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar