Anak Muda Jepang Ternyata Pernah Gandrungi Lagu ‘Bengawan Solo’ karya Maestro Gesang

3 Min Read
Gesang pencipta lagu Bengawan Solo. (Foto: Istimewa)

Mabur.co – Jauh sebelum musik Jepang atau J-Pop merasuki generasi muda di Indonesia saat ini, ternyata ada satu lagu Indonesia yang dulu pernah begitu digandrungi masyarakat Jepang.

Kepopuleran lagu ciptaan musisi legendaris asal Surakarta ini mungkin tak kalah jika dibandingkan dengan lagu “Memories” yang identik dengan anime One Piece atau pun “Last Bird” Naruto saat ini.

Dilansir dari berbagai sumber, Jumat (2/10/2026), lagu asal Indonesia itu adalah “Bengawan Solo” ciptaan Gesang Martohartono, seorang pencipta lagu sekaligus komposer kondang tanah air era 1950-an.

Di masa itu, masyarakat Jepang termasuk anak-anak muda begitu akrab dengan lagu “Bengawan Solo”. Lagu keroncong yang bercerita tentang sungai Bengawan Solo ini bahkan menjadi salah satu lagu Indonesia yang paling dikenal di Jepang.

Jendela Mengenal Indonesia

Bagi sebagian masyarakat Jepang, “Bengawan Solo” yang diciptakan Gesang pada 1940 menjadi jendela untuk mengenal Indonesia, mulai dari keindahan alam, kehidupan masyarakat Jawa, hingga suasana tenang di sekitar sungai yang menjadi sumber inspirasi.

Kepopuleran “Bengawan Solo” di Jepang sendiri mulai muncul setelah lagu ini dibawa tentara Jepang pasca-Perang Dunia II. Melodi yang sederhana dengan alunan keroncong yang khas,  membuat lagu ini mudah diterima oleh pendengar Jepang.

Lagu ini kemudian menyebar melalui rekaman dan siaran radio. Agar lebih mudah dinyanyikan masyarakat Jepang, “Bengawan Solo” juga diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang dan dibawakan oleh sejumlah penyanyi lokal.

Salah satu penyanyi Jepang yang ikut mempopulerkan lagu tersebut adalah Toshiko Koshiji pada era 1950-an. Setelah itu, “Bengawan Solo” terus dinyanyikan dalam berbagai pertunjukan musik dan kegiatan budaya di Jepang.

Diterjemahkan Lebih dari 13 Bahasa 

Bahkan lagu “Bengawan Solo” juga kerap dijadikan soundtrack atau latar musik di beberapa film Jepang karya sutradara terkenal. Saking populernya, lagu ini kemudian juga diterjemahkan hingga ke lebih 13 bahasa. 

Lagu “Bengawan Solo” sendiri diciptakan Gesang terinspirasi oleh sungai Bengawan Solo yang membentang dari wilayah Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Dengan aransemen sederhana, Gesang berhasil mengubah suasana keindahan sebuah sungai menjadi karya musik yang mampu diterima semua kalangan.

Di Jepang Gesang bahkan menjadi salah satu sosok orang Indonesia yang dikenal dan dihormati. Sebagai bentuk penghormatan masyarakat Jepang terhadap Gesang, mereka bahkan pernah membangun Taman Gesang di kawasan Jurug, Surakarta, yang berada tidak jauh dari Sungai Bengawan Solo.

Taman Gesang ini dibangun atas prakarsa masyarakat Jepang melalui perkumpulan pecinta lagu “Bengawan Solo” dan diresmikan pada 1983.

Di taman ini terdapat patung Gesang yang dibuat sebagai penghormatan sekaligus upaya untuk mengenang sang maestro keroncong. 

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar