Ini Polemik Tahir Solo Museum Pamerkan Karya dengan Nama dan Judul Berbeda Dibandingkan Sumber Asli

3 Min Read
Wooden carved statue in a hallway with colorful frosted windows, figure raising arms overhead with intricate swirling patterns
Karya Junian Akbar Avero berjudul "Pencerah Batin" dalam pameran Tahir Solo Museum. (Foto: ig @junian_Avero)

Mabur.co – Karya seni berjudul “Pencerah Batin” milik alumni Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Junian Akbar Avero, viral dan menjadi sorotan usai dipamerkan di Tahir Solo Museum dengan identitas berbeda.

Pada label karya tersebut nampak tercantum judul “Refleksi Kehormatan Jiwa” yang dibuat 2023 dengan nama pembuat Cerly Sudarta Martsidaun, yang diketahui merupakan salah dosen di ISI Surakarta.

Padahal koleksi tersebut diketahui merupakan karya buatan Junian berjudul “Pencerah Batin” yang juga telah ia pamerkan sebelumnya pada 2014 dan 2016 saat masih menjadi mahasiswa. 

Polemik terkait karya ini sendiri pertama kali muncul usai Junian mengungkap persoalan tersebut melalui akun Instagram pribadinya @junian_afero.

Dalam postingannya, dikutip mabur.co, Senin (5/10/2026), Junian mempertanyakan bagaimana karya miliknya dapat dipamerkan menggunakan nama dan judul berbeda. 

Ia juga menyebut tidak pernah mendapat pemberitahuan bahwa karyanya lolos seleksi dan akan dipamerkan di Tahir Solo Museum.

Menurut Junian, persoalan tersebut bukan sekadar kesalahan penulisan label, mengingat karya tersebut sudah dipajang sejak Juli 2026. Ia juga mempertanyakan aspek etika karena nama yang tercantum sebagai pembuat merupakan seorang dosen.

Terlebih karya tersebut nampak juga telah dirusak atau diubah sebagian sehingga tidak lagi orisinal seperti bentuk aslinya.

Postingan Junian itu pun langsung viral dan mendapat banyak respons warganet. Tak sedikit yang mendukung langkah Junian dan menduga adanya praktik pencurian ide oleh seorang dosen terhadap karya seni mahasiswanya.

ISI Sebut Kesalahan Administrasi

Pasca-viralnya kasus tersebut, pihak ISI Surakarta melalui akun Instagram @kriyaisolo.official pun kemudian menyampaikan klarifikasi dan meminta maaf kepada Junian.

Panitia menyatakan, karya tersebut sebenarnya berjudul “Pencerah Batin” karya Junian Akbar Avero. Ada pun caption “Refleksi Kehormatan Jiwa” karya Cerly Sudarta merupakan kesalahan yang terjadi karena data bercampur dalam proses seleksi karya.

Caption karya kemudian langsung diperbaiki sesuai identitas yang semestinya. Panitia juga menegaskan kesalahan tersebut bukan merupakan kesalahan Cerly Sudarta.

Sementara itu, dilansir dari RRI, pihak Tahir Solo Museum menjelaskan bahwa pameran tersebut merupakan bagian dari kerja sama museum dengan ISI Surakarta. 

Seluruh karya yang ditampilkan dalam pameran sebelumnya telah melalui seleksi oleh kurator, dengan seluruh proses pendataan dilakukan oleh tim teknis ISI.

Karya Junian sendiri dikatakan telah dipilih kurator sejak Juli 2026. Namun kesalahan terjadi dalam proses pendataan dan tidak terdeteksi karena tidak dilakukan pengecekan ulang sebelum karya dipajang.

Pihak ISI juga membantah adanya pengambilalihan hak atas karya seni tersebut dan menyebut persoalan itu murni kesalahan administratif.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar