Mengenal M Enoch, Wali Kota Pertama Yogyakarta Hanya Menjabat 45 Hari

3 Min Read
Black-and-white head-and-shoulders portrait of a middle-aged man wearing a suit, striped tie, and a traditional cap.
Muhammad Enoch, Wali Kota Pertama Kota Yogyakarta. (Foto: Arsip Pemerintah Kota Yogyakarta)

Mabur.co -Tak banyak yang tahu, Kota Yogyakarta yang lekat dengan budaya Jawa ternyata pernah dipimpin orang Sunda yang berasal dari Tanah Priangan.

Sosok orang Sunda tersebut bahkan tercatat dalam sejarah sebagai Walikota Pertama Kota Yogyakarta di masa awal Kemerdekaan Republik Indonesia. 

Dia adalah R. Mochamad Enoch. Ia ditetapkan sebagai Wali Kota Yogyakarta pertama setelah Yogya memperoleh status sebagai daerah yang berhak mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri.

Namun, Enoch hanya menduduki kursi wali kota Yogyakarta sangat singkat, yakni selama sekitar 45 hari. Ia tercatat menjabat sejak 7 Juni hingga 22 Juli 1947.

Berdasarkan catatan Arsip Kota Yogyakarta, Enoch memimpin pada masa awal pembentukan pemerintahan kota setelah terbitnya Undang-undang Nomor 17 Tahun 1947.

Undang-undang tersebut menetapkan wilayah Kota Yogyakarta yang mencakup bagian Kesultanan dan Pakualaman serta sejumlah wilayah Kabupaten Bantul sebagai daerah yang dapat mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri.

Wilayah tersebut kemudian dikenal sebagai Haminte-Kota Yogyakarta. Cakupannya antara lain kawasan yang kini menjadi Kotagede dan Umbulharjo.

Sebelum status tersebut ditetapkan, Yogyakarta sebenarnya telah memiliki DPR Kota dan Dewan Pemerintahan Kota. Namun, kewenangan otonomi masih berada di tangan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Putra Sunda Berdarah Mataram

Enoch sendiri dikenal bukan orang sembarangan. Dalam buku Kami Perkenalkan terbitan 1952 disebutkan, Mohammad Enoch lahir di Cianjur pada 17 Februari 1893. 

Sementara arsip kota Yogyakarta menyebut, dikutip mabur.co, Senin (5/10/2026), M. Enoch adalah putra Kuningan Jawa Barat, yang tercatat dalam buku silsilah trah Hanyakrawati dengan nama R.M. Enoch bin Jasmadi alias Junaedi. 

Itu artinya meski lahir di Sunda, ia masih memiliki keterkaitan darah dengan Kerajaan Mataram Islam yang sangat dekat dengan Kota Yogyakarta. 

Enoch sendiri dikenal merupakan seorang insinyur yang menguasai sejumlah bidang, mulai dari teknik, pengairan, sanitasi hingga perencanaan kota.

Berdasarkan penelusuran BandungBergerak terhadap arsip koran Tjahaja, Enoch tercatat pernah menjadi pengajar di Sekolah Teknik Tinggi Bandung. Sekolah tersebut merupakan nama yang digunakan untuk Technische Hoogeschool Bandoeng pada masa pendudukan Jepang.

Enoch mengajar bidang yang berkaitan dengan ilmu bangunan. Ia juga disebut memiliki pengalaman dalam perencanaan kota dan daerah. Tak heran bila ia dipercaya memimpin pemerintahan Yogyakarta yang baru memperoleh kewenangan otonomi.

Hanya Menjabat Kurang dari Sebulan

Masa jabatan Enoch di Yogyakarta berlangsung singkat karena ia mendapat tugas baru di pemerintahan pusat.

Arsip Kota Yogyakarta mencatat, Enoch diangkat sebagai Menteri Pekerjaan Umum dalam Kabinet Amir Syarifuddin mulai 3 Juli 1947. 

Kurang dari sebulan kemudian, posisi Enoch sebagai wali kota berakhir. Pada 22 Juli 1947, jabatan tersebut diteruskan oleh Soedarisman Poerwokusumo.

Sementara itu, Enoch mengundurkan diri dari jabatan Menteri Pekerjaan Umum pada 11 Agustus 1947 dan kemudian kembali ke Bandung.

Karier Enoch di pemerintahan tidak berhenti sampai di sana. Ia kemudian dipercaya menjadi Wali Kota Bandung pada 1949 hingga 1957.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar