Mabur.co – Sejarah Balai Kota Yogyakarta atau dikenal sebagai Balai Kota Timoho, merupakan bangunan yang memiliki hubungan erat dengan sejarah gedung-gedung perkantoran sebelumnya yang digunakan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta.
Dilansir dari berbagai sumber, Senin (5/10/2026), sebelum berpindah ke alamat terkini, Balai Kota Timoho awalnya berlokasi di Sasono Hinggil Dwi Abad Alun-Alun Kidul Keraton Yogyakarta.
Gedung Pemerintahan yang Terintegrasi
Pada sekitar 1952, balai kota kemudian beralih ke Ndalem Ngabean di Jalan KH A Dahlan. Pada masa pemerintahan Wali Kota Pradja Yogyakarta, Mr Soedarisman Poerwokoesoemo, muncul gagasan untuk membangun gedung pemerintahan yang lebih terintegrasi.
Ide ini muncul karena pemikiran bahwa dengan pusat administrasi yang terkonsolidasi, tugas-tugas walikota dalam menjalankan pemerintahan bisa lebih mudah.
Alasan utamanya adalah untuk memudahkan koordinasi dan penyelesaian beragam masalah yang muncul, sambil menggantikan balai kota yang sudah tidak memadai.
Baca Juga: Menengok Perjanjian Giyanti dan Sejarah Berdirinya Kota Yogyakarta
Pada 1975, Wali Kota KDH Daerah Tingkat II Yogyakarta, Soedjono AY, memulai pembangunan gedung balai kota yang baru di Timoho, Kalurahan Muja Muju, Kapanewon Umbulharjo.
Timoho dipilih karena dianggap akan menjadi pusat aktivitas yang ramai di bagian timur Kota Yogyakarta, yang kemudian menjadi lokasi kompleks Balai Kota Yogyakarta saat ini. ***
