Mabur.co – Di tengah perkembangan hiburan digital yang semakin dekat dengan kehidupan anak-anak, muncul sosok muda yang memilih untuk menekuni kesenian tradisional.
Ia adalah Kitama Arturo Kurniadi, dalang cilik asal Jakarta yang sejak usia belia telah menunjukkan ketertarikan terhadap dunia pewayangan.
Kitama dikenal sebagai anak yang aktif mempelajari seni pedalangan dan telah tampil dalam berbagai panggung.
Sejak Usia Enam Tahun
Awal mula ia mulai menekuni dunia wayang dimulai ketika ia masih berusia sekitar enam tahun. Saat berkunjung ke Malang, seorang teman memperkenalkannya pada wayang kulit dan memberinya wayang beserta perlengkapan dalang.
Pengalaman tersebut kemudian menumbuhkan ketertarikannya untuk mempelajari pewayangan lebih jauh.
Berawal dari dikenalkan dunia wayang oleh temannya, bocah yang kini menjadi dalang cilik bernama Kitama Arturo langsung kepincut.
Saat itu usianya masih empat tahun, temannya yang berasal dari Malang tersebut mengajak bermain wayang kulit sembari membagi ilmu tentang budaya tersebut.
Tak hanya itu, sang kakek, Seto Mulyadi, atau karib dipanggil Kak Seto, juga memiliki andil membentuk kecintaan Kitama pada dunia wayang.
Kak Seto kerap menceritakan kisah pahlawan Nusantara, kemudian berlanjut edukasi tentang wayang orang.
Dalam keluarga besar Kitama, rupanya bukan hanya dia yang tertarik pada dunia wayang. Kembaran sang kakek dulunya sering tampil di panggung mementaskan wayang orang dengan peran sebagai Kresna.
Sosok dalang cilik Kitama mulai dikenal publik beberapa tahun belakangan. Kitama merupakan cucu dari aktivis dan psikolog anak terkenal Seto Mulyadi atau akrab disapa Kak Seto.
Usia 10 Tahun Tampil dengan Bahasa Jawa
Di usia 10 tahun, Kitama sudah bisa menampilkan pertunjukan wayang dengan bahasa Jawa. Bocah yang bercita-cita menjadi dalang profesional ini diketahui juga tengah mendalami seni tari dan bermain gamelan.
“Paling lama (belajar) sih wayang. Kalau dalang tuh belajar dasar-dasarnya dulu, kayak pegang (wayang), perkenalkan tokohnya dulu, jadi kayak menguatkan jiwa kita dulu dengan tokohnya ini,” ungkap Kitama dalam acara Rumpi No Secret, dikutip dari TikTok @transtvofficial, Selasa (6/10/2026).
Bocah 10 tahun ini juga mesti belajar bahasa Jawa. Namun belakangan, Kitama mencoba mendalang dengan bahasa Indonesia agar ia lebih mudah mengenalkan budaya ini ke anak-anak lainnya.
“Iya belajar bahasa Jawa. Tapi, sekarang aku mulainya pakai bahasa Indonesia biar bisa mengenalkan ke anak-anak,” ujarnya.
Kitama belajar mendalang dari seorang guru. Ia mulai menekuni bidang ini beberapa tahun belakangan.
“Hampir tiga tahun (belajar mendalang), seminggu tiga kali latihan,” kata Kitama.
