Mabur.co – Ajang balap internasional MotoGP kembali digelar di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, akhir pekan ini.
Sejumlah pembalap dunia pun sudah berdatangan ke Lombok sejak beberapa hari lalu untuk melakukan berbagai persiapan sebelum terjun “berperang” dan saling mengalahkan.
Disambut Gendang Beleq
Yang menarik kedatangan pembalap MotoGP itu nampak disambut dengan berbagai kesenian tradisional Lombok, salah satunya Gendang Beleq, musik khas masyarakat Suku Sasak.
Gendang Beleq bukan sekadar musik tradisional biasa. Ia merupakan alunan musik sakral yang dahulu digunakan untuk membangkitkan semangat para prajurit yang hendak pergi ke medan perang.
Dilansir mabur.co dari situs resmi Pemerintah Kota Mataram, Sabtu (10/10/2026), yang mengutip buku Ayo ke Mataram, Gendang Beleq merupakan alat musik tradisional khas Suku Sasak yang dimainkan dengan cara ditabuh.
Yang membedakan Gendang Beleq dari gendang pada umumnya adalah ukurannya yang jauh lebih besar dibanding gendang biasa. Hal itu sesuai dengan nama Gendang Beleq itu sendiri, di mana dalam bahasa Sasak, beleq berarti besar.

Dalam buku Kecimol: Seni Kolaborasi Kajian Bentuk, Fungsi dan Nilai di Lombok karya I Made Satyananda dkk, disebutkan tinggi Gendang Beleq rata-rata mencapai lebih dari 90 sentimeter. Yakni dengan diameter bagian ujungnya berkisar 34 hingga 41 sentimeter.
Seperti halnya gendang pada umumnya, Gendang Beleq terbuat dari kayu yang bagian tengahnya dilubangi, kemudian kedua ujungnya ditutup menggunakan kulit kambing, sapi, atau kerbau yang telah dikeringkan. Biasanya kayu yang kerap digunakan adalah kayu meranti.
Dari jenisnya, Gendang Beleq terbagi menjadi dua yakni gendang mama atau laki-laki dan gendang nina atau perempuan.
Perbedaannya terletak pada suara yang dihasilkan. Di mana gendang mama memiliki suara lebih nyaring dibandingkan gendang nina.
Biasanya pertunjukan musik Gendang Beleq akan dilakukan dengan melibatkan sejumlah alat musik pendukung lainnya, seperti terumpang, gong, kenceng, seruling, petuk, dan pencek.
Rancak
Musik ini akan menghasilkan perpaduan suara mirip seperti gamelan Bali yang rancak namun ditambah unsur bunyi tetabuhan gendang dan tiupan seruling.
Menurut buku Ayo ke Mataram, Gendang Beleq pada masa lalu digunakan sebagai musik penyemangat prajurit yang hendak pergi berperang maupun ketika kembali dari medan perang.
Diringi dengan tetarian khas Suku Sasak, keberadaan musik Gendang Beleq ini diharapkan dapat membangkitkan keberanian dan semangat kepahlawanan setiap prajurit.

Namun seiring perjalanan waktu, musik Gendang Beleq mengalami perubahan fungsi. Kini musik ini lebih banyak digunakan untuk mengiringi berbagai kegiatan upacara adat, seperti merariq atau pernikahan, sunatan, ngurisang atau pemotongan rambut bayi, serta begawe beleq atau hajatan besar.
Ditampilkan dalam Berbagai Ajang Festival Budaya
Kesenian ini juga kerap ditampilkan dalam berbagai ajang festival budaya, perlombaan, perayaan hari jadi daerah, hingga penyambutan tamu.
Salah satu hal yang jarang disorot dari Gendang Beleq adalah corak hiasan ornamen maupun warna yang menyertainya.
Biasanya gendang raksasa ini akan dihiasai beragam ornamen bunga dan daun-daunan, serta motif pola kotak-kotak dengan perpaduan warna hitam putih serta merah.
Warna-warna ini ternyata memiliki makna tersendiri. Masih dikutip dari buku Kecimol, warna merah melambangkan semangat, putih melambangkan kejujuran, sedangkan hitam menggambarkan semangat jiwa yang membaja.
Sejumlah warna tersebut sengaja dipilih sesuai dengan fungsi awal Gendang Beleq yakni sebagai penyemangat prajurit agar memiliki keberanian dan watak kesatria.
Meski warna tersebut awalnya menjadi pakem, kini dalam perkembangannya, warna dan hiasan Gendang Beleq semakin beragam. Sejumlah warna dasar lain turut digunakan seperti kuning, hijau, biru, dan sebagainya.
Meski telah mengalami sejumlah perubahan baik dari tampilan maupun fungsinya, Gendang Beleq tetap mewarisi semangat identitas sekaligus nilai-nilai keindahan, ketekunan, ketelitian, kesabaran, kebijaksanaan, dan kepahlawanan masyarakat Suku Sasak.
