Logo for Mabir: teal wordmark with stylized letters and a paper airplane trailing from the R (top-right).
  • Beranda
  • Masyarakat
  • Arsitektur
  • Budaya
  • Usaha
  • Rekreasi
Mabur.coMabur.co
  • Beranda
  • Masyarakat
  • Arsitektur
  • Budaya
  • Usaha
  • Rekreasi
©2026 Mabur.co
BudayaTradisi

Festival Erau Kutai Timur Semarak, Permainan Tradisional Khas Kalimantan Dilombakan

Last updated: Oktober 10, 2026 10:57 am
JH Kusmargana
Published: Oktober 10, 2026
3 Min Read
Permainan tradisional menyumpit khas Kalimantan dimainkan dalam ajang Festival Erau Kalimantan Timur. (Foto: Dok Pemkab Kutai Timur)
SHARE
0
Flipboard
Google News

Mabur.co – Sejumlah permainan tradisional khas Kalimantan dilombakan dalam ajang Festival Erau yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, akhir pekan ini.

Bertempat di Rumah Lamin Adat, Kecamatan Sangatta Selatan, Kutai Timur, ajang ini digelar sebagai upaya melestarikan sekaligus mengenalkan permainan tradisional kepada generasi muda.

Sejumlah permainan yang dilombakan antara lain lomba menyumpit, begasing, belogo hingga pertandingan ketapel yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Rangkaian Erau Adat Pelas Benua 2026

Dilansir mabur.co dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, Sabtu (10/10/2026), ajang perlombaan permainan tradisional ini sendiri menjadi bagian dari rangkaian Erau Adat Pelas Benua 2026. Festival ini rutin digelar setiap tahun guna menjaga kesinambungan adat dan budaya Kutai. 

Saat membuka acara, Bupati Ardiansyah Sulaiman, bersama Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Salehudin II, nampak turut menjajal permainan menyumpit.

Menyumpit ini merupakan permainan yang menggunakan sumpit, berupa alat berbentuk tabung panjang untuk melontarkan peluru berupa anak sumpit agar mengenai sasaran.

Dalam tradisi masyarakat Kalimantan, sumpit pada zaman dahulu kerap dikenakan sebagai alat berburu di hutan. Agar bisa tepat sasaran, setiap pemain wajib fokus dan berkonsentrasi dalam mengatur arah bidikan maupun kekuatan tiupan.

Selain menyumpit permainan tradisional lain yang dilombakan adalah begasing. Permainan begasing sama dengan permainan gasing. Dilakukan dengan cara memutar gasing menggunakan tali yang dililitkan di tepinya. Gasing yang bertahan paling lama berputar akan dinyatakan sebagai pemenang.

Sementara itu belogo merupakan permainan tradisional yang dimainkan menggunakan kepingan pipih biasanya dari batok kelapa yang disebut logo. Serta alat pemukul dari bambu bernama campak. 

Sepintas belogo ini mirip permainan tradisional benthik di Jawa. Setiap pemain harus menggerakkan logo hingga meluncur mengenai sasaran dengan cara dipukul menggunakan campak. 

Selain harus mengatur arah dengan benar, pemain juga harus mengatur kekuatan pukulan agar logo bisa tepat mengenai sasaran.

Permainan tradisional lainnya adalah ketapel. Permainan ini sama dengan permainan ketapel di daerah lain.

Setiap pemain harus membidik sasaran dengan alat pelontar sederhana yang biasanya terbuat dari ranting kayu bercabang dan berbentuk huruf Y.

Memanfaatkan gaya pegas pada karet, peluru berupa batu kemudian dilontarkan dengan cara menarik lalu melepaskannya. Semakin tepat peluru mengenai sasaran maka ia akan ditetapkan sebagai pemenang.

Bisa Terus Dilestarikan dan Dimainkan Generasi Muda

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, berharap ajang permainan tradisional khas Kalimantan khususnya Kutai ini bisa terus dilestarikan dan dimainkan generasi muda. 

Sebab menurutnya warisan budaya tidak hanya hadir dalam bentuk tarian, musik, atau upacara adat saja. Melainkan juga melalui permainan tradisional.

Karena itulah permainan tradisional harus terus diberi ruang untuk tetap tumbuh agar tidak hilang begitu saja.

Terlebih permainan tradisional juga memiliki banyak manfaat mulai dari melatih fisik, konsentrasi, hingga strategi. ***

TAGGED: BegasingBelogoKetapelKutai TimurMenyumpitPermainan Tradisional Khas Kalimantan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Avatar photo
JH Kusmargana
PENULIS
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Satmoko Budi Santoso
EDITOR
Pemimpin redaksi mabur.co
Previous Article Performer in traditional clothing drums a large blue ceremonial drum in a street parade with several drummers in the background. Mengenal Gendang Beleq, Musik Tradisional Suku Sasak Pengiring Prajurit ke Medan Perang
Next Article Man in a yellow shirt stands on a small rocky riverbank, arms extended as if fishing, with a bamboo raft docked nearby and green foliage overhead. Jaga Keberadaan Ikan Lokal, Warga Argodadi Bantul Buat Lumbung Ikan
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Get Insider Tips and Tricks in Our Newsletter!

Join our community of subscribers who are gaining a competitive edge through the latest trends, innovative strategies, and insider information!
  • Stay up to date with the latest trends and advancements in AI chat technology with our exclusive news and insights
  • Other resources that will help you save time and boost your productivity.

Terkini

Syekh Yusuf Al-Makassari, Ulama yang Dimakamkan Lima Kali
Oktober 10, 2026
Two-story building with a brown roof behind tall palm trees, and a large red sign in front reading 'Benteng Somba Opu'
Uniknya Benteng Somba Opu, Dibangun di Delta yang Menghadap Sungai
Oktober 10, 2026
Hand with blue pen pointing at a page of handwritten names and numbers arranged in columns in four sections on white paper, a roster-like list.
Ini Cara Menghitung Weton Hari Baik,  Jangan Sampai Salah Pasaran
Oktober 10, 2026
Young woman in a light blue, heavily embroidered gown with a tiara and necklace, looking down in a wedding or formal setting.
Mengenal Tradisi Pingitan, Perempuan Dilarang Bertemu Calon Suami dalam Kurun Waktu Tertentu
Oktober 10, 2026
Entrance to a wooden museum with a sign 'MUSEUM PAWUKON' above the doorway
Museum Pawukon Lanskap Pariwisata Budaya Indonesia, Pengunjung Bisa Minum Jamu dan Pijat Tradisional
Oktober 10, 2026
Performer in traditional clothing drums a large blue ceremonial drum in a street parade with several drummers in the background.
Mengenal Gendang Beleq, Musik Tradisional Suku Sasak Pengiring Prajurit ke Medan Perang
Oktober 10, 2026

Baca Juga

Lanskap Benteng Port Roterdam (Foto: TravelsPromo)
ArsitekturKolonial

Benteng Fort Rotterdam Makassar, Penyu yang Mengunci Pangeran Diponegoro

Bustan Basir Maras
Oktober 10, 2026
3 Min Read
Wooden bamboo lookout tower with two people on a platform, over a grassy wetland and a blue sky above.
DestinasiFeaturedLingkunganMasyarakatRekreasi

Muara Pantai Trisik, Surga Baru Aktivitas Pengamatan Burung Migran di Pesisir Kulon Progo 

JH Kusmargana
Oktober 10, 2026
6 Min Read
KulinerRekreasi

Soto Bu Sum Beringharjo Selalu Dirindukan, Arang sebagai Kunci Pelezat Masakan

Setiaky Anugerahananto Kusuma
Oktober 10, 2026
2 Min Read
Man in a yellow shirt stands on a small rocky riverbank, arms extended as if fishing, with a bamboo raft docked nearby and green foliage overhead.
LingkunganMasyarakat

Jaga Keberadaan Ikan Lokal, Warga Argodadi Bantul Buat Lumbung Ikan

Setiaky Anugerahananto Kusuma
Oktober 10, 2026
3 Min Read
Logo for Mabir: teal wordmark with stylized letters and a paper airplane trailing from the R (top-right).

Saat Cakrawala Membentang

Media Sosial
FacebookLike
XFollow
InstagramFollow
Kategori
  • Masyarakat
  • Arsitektur
  • Budaya
  • Usaha
  • Rekreasi
Informasi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Tim Redaksi
Kategori
  • Masyarakat
  • Arsitektur
  • Budaya
  • Usaha
  • Rekreasi
Informasi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Tim Redaksi
© 2026 Mabur.co