Jogja Fashion Rendezvous 2026, Rayakan Keberagaman Mode Busana Berbagai Provinsi di Indonesia

3 Min Read
Fashion show on a glossy runway inside a decorated mall, models in pink traditional outfits walk as a seated audience watches from both sides.
Industri fesyen Indonesia kembali mendapatkan ruang pertemuan di Yogyakarta melalui Jogja Fashion Rendezvous (JFR) 2026. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Mabur.co – Industri fashion Indonesia kembali mendapatkan ruang pertemuan di Yogyakarta melalui Jogja Fashion Rendezvous (JFR) 2026.

Mengusung tema “NAVARUPA”, gelaran tahunan yang memasuki tahun ke-12 ini berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Jogja City Mall.

JFR 2026 menghadirkan 77 fashion designer dari berbagai daerah di Indonesia yang tampil dalam tujuh sesi parade fashion show selama tiga hari penyelenggaraan.

Kehadiran para desainer dari berbagai wilayah, mulai dari Sumatra, Jawa, Kalimantan hingga Sulawesi, menjadi gambaran keberagaman karakter fashion Indonesia.

Woman in a purple hijab and striped blouse smiles while holding a large pink flower bouquet and event cards in front of a blue backdrop.
Desainer dari Yogyakarta yang juga owner GooNinks, Nining Suwarto. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Tema “NAVARUPA” diangkat dari gagasan mengenai keberagaman bentuk dan ekspresi dalam fashion. Sembilan nilai menjadi landasan penyelenggaraan tahun ini, yaitu warisan budaya, inovasi, identitas, keberlanjutan, kolaborasi, keberagaman, kreativitas, regenerasi, dan masa depan.

Ekosistem Kreatif Mode Busana

Menurut Nyudi Dwijo, dari ASMAT PRO Group selaku penyelenggara JFR 2026, tema Navarupa merupakan upaya untuk melihat fashion tidak hanya sebagai pertunjukan busana, tetapi sebagai bagian dari ekosistem kreatif yang terus berkembang.

“Navarupa kami hadirkan sebagai representasi bahwa fashion selalu bergerak dan berkembang. Tradisi tetap penting, tetapi kreativitas dan inovasi juga harus berjalan agar fashion Indonesia mampu menjawab kebutuhan zaman tanpa kehilangan identitasnya,” ujarnya, Minggu (11/10/2026),

Model Berbagai Kelompok Usia

Nyudi mengatakan pula, salah satu perhatian JFR 2026 adalah keterlibatan model dari berbagai kelompok usia dan karakter tubuh.

Tahun ini, JFR melibatkan lebih dari 50 model profesional, 250 model kids & teen, lebih dari 10 plus-size model, serta 20 mature model.

Komposisi tersebut menjadi bagian dari pesan JFR bahwa panggung fashion tidak hanya diperuntukkan bagi satu kelompok tertentu.

“Kami ingin membangun ruang fashion yang lebih terbuka. Anak-anak, remaja, model profesional, plus-size hingga mature model memiliki kesempatan untuk tampil dan menjadi bagian dari industri,” katanya.

Two women in wide-brim straw hats and traditional outfits pose with flower bouquets at a fashion event backdrop in a purple-toned setting.
Karya desainer dari Yogyakarta Nining Suwarto. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Sementara itu, desainer dari Yogyakarta yang juga owner GooNinks, Nining Suwarto, menuturkan, senang bisa menjadi bagian dari Jogja Fashion Rendezvous 2026.

“Yang paling menarik bagi saya adalah karya-karya yang variatif. Karyanya keren-keren,” ujarnya.

Model wearing a patchwork outfit and wide straw hat on a runway, holding a flowing lavender cape.
Mode busana karya Nining Suwarto. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Nining menyuguhkan fashion yang memadukan warna pastel. Karya-karyanya dipamerkan “orang orang biasa” berusia 16 tahun hingga 75 tahun. Ada pelajar, pengusaha hingga dokter spesialis anak.

“Meski bukan pemodel profesional, tampil oke banget,” katanya. ***

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar