Diduga Keracunan Es Buah, Puluhan Warga Kajoran Magelang Alami Gangguan Kesehatan

3 Min Read
Puluhan warga Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, dirawat di rumah sakit setelah diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi es buah. (Ilustrasi Foto: Istimewa)

Mabur.co – Warga Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, dirawat di rumah sakit setelah diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi es buah.

Hingga Rabu (14/10/2026), pukul 19.00 WIB, korban terus bertambah. Bahkan hingga Kamis (15/10/2026) pukul 04.00 WIB, jumlah warga yang diduga mengalami keracunan masih terus bertambah.

Sampai berita ini ditulis ada puluhan warga dilaporkan mengalami keluhan kesehatan dan sempat mendapatkan penanganan di puskesmas.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, dr. Lies Pramudiyanti, menyampaikan para korban mendapatkan penanganan di tiga rumah sakit, yakni RSUD Bukit Menoreh Salaman, RSUD Merah Putih, dan RSUD Muntilan.

“Pasien yang datang ke rumah sakit menjalani rawat jalan maupun rawat inap sesuai kondisi masing-masing,” ujarnya dilansir Kompas.com, Kamis (15/10/2026).

Muntah dan Diare

Lies mengatakan, gejala yang paling banyak dialami para korban adalah muntah dan diare. Sejumlah warga juga dilaporkan mengalami mual, pusing, dan sakit perut.

Penanganan awal terhadap pasien yang datang ke rumah sakit banyak difokuskan pada upaya mengatasi dehidrasi. Kondisi tersebut berkaitan dengan keluhan lemas yang dialami pasien.

“Gejala terbanyak itu muntah, diare, muntah, diare. Sehingga pertolongan pertama yang banyak diberikan adalah mengatasi dehidrasi karena yang datang ke rumah sakit rata-rata ingin nyuwun pertolongan karena dehidrasi atau lemesnya,” ujarnya.

Dugaan keracunan tersebut bermula setelah sejumlah warga mengonsumsi es buah atau es campur yang dibeli dari sebuah warung di Desa Sidowangi, Kecamatan Kajoran.

Minuman yang dikonsumsi para korban disebut berisi nangka, melon, dan kelapa muda atau degan.

“Berdasarkan keterangan saksi yang tercantum dalam bahan informasi, pada Selasa (13/10/2026) terdapat pesanan 300 porsi es buah dari warung tersebut. Gejala intoksikasi makanan dilaporkan muncul sekitar 8-10 jam setelah minuman dikonsumsi. Namun, penyebab pasti kejadian tersebut belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia,” ucapnya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang telah mengambil sampel untuk mendukung penyelidikan epidemiologi. Sampel minuman dan darah disebut telah dikirimkan ke laboratorium untuk pemeriksaan, termasuk uji toksikologi.

“Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya penelusuran penyebab dugaan keracunan yang dialami ratusan warga di Kecamatan Kajoran,” katanya.

Pembaruan Data

Sementara itu, Kepala Bidang Penunjang RSUD Merah Putih, drg. Rurit Obyantoro, menyampaikan bahwa rumah sakit tersebut menerima 61 pasien terduga keracunan makanan berdasarkan pembaruan data pada Kamis (15/10/2026) pukul 04.05 WIB.

Dari 61 pasien, terdapat 19 anak, empat ibu hamil, dan 38 orang dewasa. Satu pasien masih menjalani observasi, 25 pasien menjalani rawat jalan atau diperbolehkan pulang, sedangkan 35 pasien lainnya menjalani rawat inap.

“Kondisi pasien observasi 1, rawat jalan/pulang 25, ranap (rawat inap) 35 orang. Ranap 35 terdiri bumil 4 orang, anak 19 dan dewasa 12. Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian pasien yang datang ke instalasi gawat darurat RSUD Merah Putih masih memerlukan perawatan inap. Selain RSUD Merah Putih, RSUD Muntilan juga menerima puluhan pasien yang diduga mengalami keracunan setelah menyantap es buah di wilayah Kajoran,” tuturnya.

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar