KTP Yogya-Jateng Bahagia di Hari Kebudayaan Nasional
Mabur.co – Hari Sabtu ini, 17 Oktober 2026, jangan bawa dompet ke Prambanan. Bawa KTP. Dalam rangka Hari Kebudayaan Nasional pertama, InJourney Destination Management membuka pintu Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko gratis untuk pemilik KTP DIY dan Jawa Tengah.
Mengembalikan Candi kepada Pemiliknya
Detailnya sederhana: Promo gratis masuk Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko berlangsung khusus pada Sabtu, 17 Oktober 2026, pukul 08.00–12.00 WIB, dalam rangka menyambut Hari Kebudayaan Nasional 2026, tulis katalogpromosi.com.
Caranya, datang ke loket, tunjukkan KTP asli dengan alamat DIY atau Jateng. Tiket Rp. 50 ribu jadi Rp 0. Khusus Borobudur hanya pelataran, tidak naik struktur. Prambanan dan Ratu Boko full kawasan.
Ini pertama kali HKN dirayakan. Tanggal 17 Oktober dipilih karena pada 17 Oktober 1951 Bung Karno menetapkan Garuda Pancasila dengan Bhinneka Tunggal Ika. Dan InJourney memilih memberi hadiah paling Jawa: mengembalikan candi kepada pemiliknya.

Prambanan bukan tempat wisata biasa. Ia dibangun abad 9 oleh Rakai Pikatan, Mataram Kuno untuk Siwa. 240 candi, tinggi Siwa 47 meter.
Di dalamnya ada arca Durga yang oleh warga disebut Roro Jonggrang, putri yang dikutuk jadi batu karena menolak Bandung Bondowoso yang meminta 1.000 candi dalam semalam.
Ratu Boko lebih mistis. Di atas bukit 196 mdpl, luas 25 hektare, gerbang megah menghadap sunset. Dulu vihara Buddha, lalu jadi keraton Hindu. Warga menyebutnya keraton Roro Jonggrang juga. Di sana tidak ada candi utuh, hanya alun-alun, kolam, dan angin.
Sebagaimana Cinta Sekali Hidup tak Pernah Mati Lagi
Direktur Utama InJourney Destination, Febrina Intan, pernah bilang dalam rilis HUT RI ke-81 lalu: “InJourney Destination Management mengajak masyarakat memaknai kemerdekaan tidak hanya sebagai perayaan seremonial. Tetapi juga sebagai momentum untuk semakin mencintai warisan budaya bangsa serta memperkuat rasa bangga terhadap identitas Indonesia,” dikutip borobudurnews.com.
Kali ini momentumnya HKN. Jika 17 Agustus kita diskon 81 persen karena harus pakai baju merah putih, 17 Oktober kita digratiskan karena KTP. Kita memang dari tanah yang melahirkan candi itu.
Bagi warga Sleman, Klaten, Magelang, yang tiap hari lewat jalan Solo-Yogya melihat siluet candi dari bus Trans Jogja 1A, ini kesempatan pulang.
Seperti bait sajak Sutardji Calzoum Bachri: “Aku ingin jadi kata yang kau ucapkan dalam diam.”
Prambanan ingin jadi kata itu. Diam selama 1.200 tahun, ia masih menunggu kita memasukinya penuh ikhlas tanpa syarat. Sebagaimana cinta sekali hidup tak pernah mati lagi. ***
