Mabur.co – Memperingati Hari Kebudayaan Nasional Indonesia, Badan Musyawarah Museum (Barahmus) Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (17/10/2026), menyelenggarakan Kuliah Umum Permuseuman.
Bertema Retrospeksi Sejarah dan Cagar Budaya Kotabaru The Living Museum of Architecture di Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama, Kota Yogyakarta.
Warisan Arsitektur Kolonial yang Masih Hidup
Ketua Barahmus DIY, Dr. Hajar Pamadhi, M.A. (Hons), menyampaikan, kegiatan ini menjadi momentum refleksi atas perjalanan sejarah kawasan Kotabaru sebagai warisan arsitektur yang masih hidup dan terus berkembang di tengah Kota Yogyakarta.
“Pemilihan tema ini dilatarbelakangi oleh posisi strategis Kotabaru sebagai Kawasan Cagar Budaya yang tidak hanya menyimpan nilai sejarah, tetapi juga menunjukkan bagaimana arsitektur kolonial dapat berdampingan dengan kehidupan modern,” ujarnya.

Menurut Hajar, Kotabaru adalah contoh nyata bagaimana cagar budaya tetap hidup dan digunakan oleh masyarakat.
“Inilah yang kami maksud sebagai living museum, di mana bangunan bukan sekadar monumen mati, melainkan ruang yang terus berfungsi,” katanya.
Cagar Budaya Garden City
Kawasan Kotabaru yang pada masa kolonial dikenal sebagai Nieuwe Wijk ini ditetapkan sebagai Kawasan Cagar Budaya pada 2011.
Mengadopsi konsep garden city, kawasan ini memiliki tata ruang khas dengan jalan melengkung, halaman luas, langit-langit tinggi, serta ventilasi besar yang menyesuaikan iklim tropis.
“Kawasan ini juga tercatat sebagai lokasi pertama di Yogyakarta yang memiliki jaringan listrik dan air bersih,” ujarnya.
