Tari Salai Jin ala Ternate, Pukau Publik dengan Daya Tarik Mistis

3 Min Read
Outdoor stage with a large LED screen, two masked performers in costumes, and stage gear in front.
Salai jin adalah tarian yang memiliki nilai magis dan pada mulanya diadakan sebagai bentuk komunikasi manusia dengan dunia jin untuk meminta bantuan dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Mabur.co – Setiap daerah di Indonesia punya keragaman budaya masing-masing. Tradisi memanggil jin ada di beberapa daerah, di setiap daerah bisa menjadi atraksi wisata.

Di Ternate, tradisi memanggil jin diawali dengan penari pria yang memasuki arena tari dalam iringan tifa, gong dan ucapan bobeto atau sumpah leluhur. Tak lupa pula mantra dirapalkan dengan bahasa asli Tidore.

Salah seorang penari, Isa, menjelaskan, salai jin adalah sebuah tarian yang kompleks dan cukup sulit untuk dipelajari, yang diiringi oleh lagu dengan irama mendayu-dayu bernuansa Melayu kental.

Komunikasi dengan Dunia Jin

“Tarian ini memiliki nilai magis dan pada mulanya diadakan sebagai bentuk komunikasi manusia dengan dunia jin. Untuk meminta bantuan dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi.

Keberadaan lagu di tarian ini adalah sebuah keharusan untuk membangun harmoni pembentuk suasana menjadi fokus dan penuh dengan makna. Baik lagu maupun tarian salai jin adalah warisan budaya asli Ternate dan mempunyai daya tarik mistis yang sangat misterius,” ujarnya usai pentas di acara Festival Tidore di Teras Malioboro I, Minggu (18/10/2026).

Tari salai jin adalah tarian yang sarat nilai magis dan merupakan tarian etnik suku asli Ternate. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Menurut Isa, tarian tersebut memang sarat nilai magis. Di samping itu juga merupakan tarian etnik suku asli Ternate. Karena inti dari tarian ini adalah pesan soal makhluk gaib yang berupa jin.

“Tarian ini dipakai oleh nenek moyang masyarakat Ternate untuk berkomunikasi dengan bangsa jin yang berada di alam gaib. Tujuan dari komunikasi ini adalah meminta bantuan para jin untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi manusia. Salah satu persoalan yang paling sering menjadi alasan tarian ini diadakan adalah penyakit yang diderita oleh salah seorang anggota keluarga,” ucapnya.

Isa menuturkan, biasanya tari salai jin memang dilakukan secara berkelompok. Boleh terdiri dari pria atau campuran pria dan wanita.

“Yang pasti jumlah sang penari haruslah genap untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Walaupun demikian, penari tarian ini biasanya akan mengalami kemasukan roh halus yang berupa jin. Hal ini masih terjadi hingga masa modern ini dan inilah yang menjadi nilai lebih dari tarian ini,” ucapnya.

Tak Boleh Sembarangan Ditarikan

Isa menuturkan pula, tarian ini pada awalnya tidak boleh sembarangan ditarikan.

“Hanya orang-orang yang sudah terpilih dan memiliki kekuatan menangkal kekuatan gaib saja yang dapat membawakan tarian ini. Namun seiring perkembangan waktu, ketika tarian ini kemudian menjadi sebuah atraksi pariwisata di Ternate, tarian ini pun mengalami beberapa modifikasi.

Bakaran kemenyan tidak lagi menjadi keharusan dan dapat digantikan dengan arang biasa yang berasal dari tempurung kelapa. Selain itu, pakaian para penari pun sudah mengikuti gaya modern dengan warna-warna mencolok yang menarik untuk dilihat,” katanya.

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar