Mabur.co – Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, akan mengusulkan kesenian Barongan Blora sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO.
Pengusulan ini dilakukan sebagai perluasan pengakuan Reog Ponorogo oleh UNESCO yang telah diterima sebelumnya.
Guna mewujudkan upaya tersebut, Pemkab Blora dan Pemkab Ponorogo pun telah melakukan kesepakatan kerjasama yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman pada Jumat (16/10/2026) lalu.
Dikutip dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Blora, Minggu (18/10/2026), kerja sama ini bertujuan untuk mendukung pelestarian kesenian Barongan sekaligus mempersiapkan pengajuan ke UNESCO.
Jalur Extension
Diharapkan dengan upaya ini kesenian Barongan khas Blora dapat segera memperoleh pengakuan internasional seperti halnya Reog Ponorogo.
“Kami ingin agar Barongan Blora ini bisa masuk menjadi salah satu warisan budaya UNESCO jalur extension, menyusul Reog Ponorogo,” kata Bupati Blora, Arief Rohman.
Sebelumnya, Pemkab Blora sendiri telah memulai persiapan pengusulan kesenian Barongan sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO sejak Januari 2026 silam.
Pengajuan ini dilakukan menyusul ditetapkannya kesenian Barongan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2017. Status itulah yang kemudian menjadi landasan upaya pengajuan ke tingkat internasional.
Pemerintah daerah Blora bersama komunitas Barongan dan tim teknis juga telah menggelar rapat koordinasi untuk membahas kelengkapan dokumen, data pendukung, serta tahapan pengajuan.
Dukungan Komunitas Seniman
Selain didukung seniman Barongan Blora, rencana pengajuan ini juga telah mendapat dukungan dari berbagai komunitas seniman Reog Ponorogo. Mengingat nantinya pengusulan Barongan Blora ini dilakukan melalui jalur perluasan Reog Ponorogo.
Sementara itu, dikutip dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi, mengakui kesenian Barongan dan Reog Ponorogo memang memiliki sejumlah kesamaan, mulai dari cerita, tokoh, karakter hingga musik pengiring.
Tak hanya itu, dari sisi cerita keduanya pun juga memiliki kesamaan. Yakni berkaitan dengan tradisi cerita Panji. Meski begitu Barongan dan Reog Ponorogo kemudian berkembang dengan ciri khas masing-masing daerah.
Karena itu pengusulan melalui skema extension atau perluasan ini tetap membutuhkan kajian akademis, dokumentasi lengkap, serta koordinasi sesuai mekanisme UNESCO. Baik itu melibatkan pemerintah daerah, tim ahli, akademisi, seniman, maupun komunitas budaya.
Pemerintah Kabupaten Blora sendiri mengaku menargetkan kesenian Barongan Blora bisa memperoleh pengakuan dari UNESCO pada 2027 mendatang.
