Mabur.co – Kemarin 17 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB, antrean sudah mengular di Museum Nasional. Bukan karena konser. Hari Kebudayaan Nasional pertama bikin 10 museum dan cagar budaya gratis masuk sampai jam 12 siang.
Program gratis tiket masuk museum dan cagar budaya berlangsung Sabtu, 17 Oktober 2026, hingga pukul 12.00 WIB dalam rangka Peringatan Hari Kebudayaan 2026, tulis katalogpromosi.com, dikutip mabur.co (18/10/2026).
Tidak Bisa Diwakilkan
Caranya gampang, datang on the spot, isi e-form di lokasi, tidak bisa diwakilkan. Berlaku untuk WNI dan WNA, perorangan maupun rombongan, lanjut katalog itu.
Daftarnya, Museum Nasional Indonesia, Museum Kebangkitan Nasional, Museum Semedo, Museum Manusia Purba Klaster Manyarejo, Museum Benteng Vredeburg, Museum Perjuangan Yogyakarta, Museum Song Terus, Museum Sriwijaya Dharmakirti, plus Benteng Marlborough Bengkulu dan Rumah Bekas Kediaman Bung Karno di Ende.
Museum Nasional sendiri bukan tempat biasa. Dibangun 1778 oleh Bataviaasch Genootschap, dijuluki Museum Gajah karena patung gajah perunggu hadiah Raja Thailand Chulalongkorn 1871 di halaman depan.
Di dalamnya 190 ribu benda, dari arca Adityawarman sampai fosil Homo erectus. Museum Vredeburg dulu hotel Belanda 1760, lalu jadi benteng Vastenburg, markas mengintai keraton.
Sekarang jadi diorama perjuangan. Song Terus di Pacitan menyimpan fosil manusia 60 ribu tahun. Ende tempat Bung Karno mengarang Pancasila di bawah pohon sukun.
Untuk Memuliakan Kebudayaan
Kepala Museum dan Cagar Budaya (MCB), Indira Estiyanti Nurjadin, bilang pelestarian bukan tugas pemerintah saja.
“Sebenarnya ini sebagai bagian dari semangat warisan budaya kita. Pelestarian budaya bukan cuma tugas pemerintah atau pengelola semata, tapi melibatkan akademisi dan masyarakat luas, ketika publik turut dilibatkan, di sanalah rasa memiliki tumbuh dengan sendirinya,” katanya dikutip bantentv.com.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, dalam pidato Hari Museum 12 Oktober lalu menambahkan: “Mari kita gaungkan museum, mari kita muliakan kebudayaan, mari kita muliakan segala peninggalan leluhur kita melalui museum, karena museum adalah rumah kebudayaan.”
Makna Hari Kebudayaan tahun ini memang itu: Budaya Hidup. Budaya tidak hidup di gudang, tapi dipraktikkan. Gratis ini bukan promo, tapi ritual mengundang warga pulang.
Seperti tulis Goenawan Mohamad: “Masa lalu tidak pernah pergi, ia hanya menunggu diakui.”
Minggu pagi tadi, seorang ibu di Vredeburg menggandeng anaknya sambil berbisik: “Ini tempat mbahmu dulu ditahan Belanda.”
Anaknya mengangguk, lalu lari ke diorama proklamasi. Gratis, tapi maknanya tidak gratisan. ***
