Greenpeace Nekat Bentangkan Kritik di Monumen Patung “Selamat Datang”, Divisi Khusus Pemanjat Sangat Disegani

3 Min Read
Dua aktivis Greenpeace saat melakukan aksi di Monumen Patung Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia. (Foto: Instagram )

Mabur.co – Hari ini, Selasa (20/10/2026), publik tanah air dibuat heboh dengan aksi enam aktivis Greenpeace Indonesia yang memanjat Monumen Patung Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.

Aksi protes mereka viral usai berhasil membentangkan spanduk bernada kritikan terhadap kondisi tanah air saat ini dari atas ketinggian hampir 30 meter.

Bentangkan Spanduk Kritik

Selain membentangkan spanduk kuning bertuliskan “Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah” mereka juga membentangkan spanduk lain berbunyi “Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup”.

Salah satu yang paling menarik dari aksi ini adalah keberadaan sejumlah aktivis perempuan yang ikut terlihat dalam protes tak biasa tersebut. Pasalnya selain sangat berbahaya dari sisi keselamatan, mereka juga berpotensi ditangkap aparat karena dianggap melanggar hukum.

Meski kini seluruh aktivis telah berhasil turun dengan selamat, keberanian mereka dalam melakukan aksi pun mendapat apresiasi luar biasa dari warganet. Tak sedikit warganet bahkan dibuat penasaran dengan sosok dan sepak terjang mereka.

Aksi nekat yang dilakukan para aktivis Greenpeace di Patung Selamat Datang itu memang bukan hal yang baru. Pasalnya aksi protes semacam itu lazim dilakukan aktivitas Greenpeace di berbagai negara di dunia guna menyampaikan pesan mereka. 

Namun tak banyak yang tahu, di balik aksi nekat tersebut, terdapat tim khusus yang memiliki keterampilan memanjat dan bekerja di ketinggian.

Tim ini dikenal sebagai divisi panjat atau climbing team, yang menjadi bagian dari aksi langsung tanpa kekerasan (Non-Violent Direct Action atau NVDA) Greenpeace.

Tim Panjat Ibarat Pasukan Khusus

Tim panjat ini ibarat pasukan khusus yang memiliki kemampuan dan ketrampilan khusus dan kerap menjalankan aksi protes di lokasi-lokasi sulit dijangkau, seperti gedung tinggi, jembatan, hingga monumen. 

Selain memiliki keahlian khusus terkait teknis pemanjatan, mereka juga sangat ahli dalam menggunakan berbagai peralatan pendakian seperti akses tali atau rope access, serta sangat memahami prosedur keselamatan.

Hal tersebut disampaikan salah seorang pengguna Threads bernama haniazzh yang mengaku pernah menjadi relawan Greenpeace.

Ia bahkan mengakui para aktivis yang tergabung dalam tim pemanjat ini sangat disegani.

“Di Greenpeace memang ada divisi panjat, Kak. Divisi ini paling disegani karena mereka adalah ujung tombak aksi. Mereka memang ahli rope access dan pasti paham safety. Lihat aja semuanya pake helm dan life jacket,” tulisnya.

Prinsip Nonkekerasan

Tak hanya itu ia juga menyebut bahwa anggota Greenpeace selalu dibekali prinsip nonkekerasan dalam menjalankan aksi, termasuk ketika berhadapan dengan aparat. Sehingga mereka pun sudah mengetahui dan siap akan risiko tersebut. 

“Kami juga selalu diajarkan non-violent. Jadi kalo ditangkapin harus pasrah gak boleh ngelawan,” tulisnya.

Greenpeace sendiri selama ini memang menjadikan aksi langsung tanpa kekerasan sebagai salah satu cara untuk menyuarakan persoalan lingkungan dan mendorong perubahan. 

Aksi-aksi nekat yang dilakukan dengan membentangkan spanduk bernada protes di tempat-tempat yang sulit dijangkau sengaja dilakukan untuk mencari perhatian publik. Dengan begitu apa yang menjadi pesan mereka dapat tersampaikan dan tersebar secara lebih luas.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar