Hari Santri Penuh Keprihatinan, Para Santri dan ASN di Sleman Gelar Salat Istisqa

2 Min Read
Large outdoor congregation of Muslim men in white shirts and black caps praying in unison on prayer mats.
Di Hari Santri Nasional, para santri bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sleman menggelar Salat Istisqa bersama, Kamis (22/10/2026). (Foto: Setiaky A Kusuma)

Mabur.co – Ada yang berbeda dari lainnya, di Hari Santri Nasional, para santri bersama Aparatur Sipil Negara (ASN), Kamis (22/10/2026) menggelar Salat Istisqa atau salat meminta hujan di Lapangan Pemda Sleman.

Kegiatan ini digelar bertujuan untuk memohon agar hujan segera turun dan membawa keberkahan bagi kehidupan.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sleman, Nadhif, menjelaskan Salat Istisqa turut menjadi bagian dari rangkaian Hari Santri Nasional (HSN) 2026.

Salat Istisqa merupakan wujud ikhtiar batin sekaligus momentum untuk memperkuat kesadaran spiritual dan kepedulian bersama.

“Salat Istisqa bukan sekadar ikhtiar memohon turunnya hujan, tetapi juga menjadi momentum bagi kita untuk bermuhasabah, bertaubat, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT,” katanya.

Cermin Sinergi

Nadhif menjelaskan, pelaksanaan Salat Istisqa ini menjadi cerminan sinergi pemerintah, pesantren, santri, dan masyarakat dalam menghadapi persoalan kekeringan melalui ikhtiar lahir dan batin.

Diharapkan hujan segera turun sehingga bisa menyuburkan pertanian dan menjadi sumber ketersediaan air bersih bagi wilayah yang mengalami kekeringan.

“Masyarakat diajak untuk menjadikan momentum Hari Santri Nasional sebagai penguat nilai keimanan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan serta sesama,” ucapnya.

Sementara, Pengasuh Pondok Pesantren Ar Robitoh Sleman, KH Mas’ud Masduki, bertindak sebagai imam dan khatib.

Introspeksi Diri

Dia menekankan pentingnya bertaubat, memohon ampunan kepada Allah SWT, dan melakukan introspeksi diri atas segala perbuatan.

“Jemaah diajak meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta menyadari keterbatasan manusia dalam menghadapi berbagai keadaan,” ujarnya.

KH Mas’ud Masduki berharap santri mampu memadukan ilmu agama dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, menjaga akhlak, serta beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Saya berharap santri tidak hanya memiliki bekal ilmu agama, tetapi juga keterampilan usaha yang dapat dikembangkan secara produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya. ***

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar