Mabur.co – Dari balik dapur tradisional yang masih pakai tungku kayu, lahir satu rasa legendaris yang bikin banyak orang rela nyasar sampai Semanu, Gunungkidul. Namanya Ayam Goreng Mbah Tumbu. Warung sederhana ini udah eksis sejak 1963, tapi rasanya enggak pernah berubah, masih nendang banget sampai sekarang.
Rahasia kenikmatannya ada di ayam kampung yang dimasak dengan bumbu bacem khas Jawa. Prosesnya presisi banget, jadi bumbu bisa meresap sampai ke dalam daging. Begitu digoreng, teksturnya empuk dan wangi aroma kayu bakar langsung bikin perut keroncongan.
Penggunaan alat-alat tradisional yang masih rutin digunakan ternyata dianggap menjadi kunci dari rasa sedap yang selalu konsisten. Pasalnya, Ayam Goreng Mbah Tumbu sendiri sudah berdiri sejak tahun 1963 silam.

Dikutip dari Youtube Javanese Culinary, ciri khas dari Ayam Goreng Mbah Tumbu adalah menggunakan ayam kampung yang diolah dengan bumbu-bumbu pilihan. Sehingga bumbu dapat meresap sempurna dan menjadikan daging terasa empuk.
Selain ayam gorengnya, kuliner ini memiliki daya tarik yang terletak pada sambalnya, hasil perpaduan cabai rawit hijau, sedikit cabai merah yang kemudian ditambah bawang putih. Sebelum digoreng ayam sudah terlebih dahulu dimasak menggunakan bumbu bacem. Setelah itu ayam baru digoreng. Tak lupa ayam goreng itu disajikan bersama makanan lain seperti tempe dan tahu bacem, serta kuah opor.
Anggit Suyatno, cucu Mbah Tumbu, mengatakan bahwa saat ini warung makan ayam goreng itu dikelola oleh generasi kedua, dulu neneknya berjualan ayam goreng itu dari pagi sampai sore di rumah.
“Saat sore hari, saya membawa ayam goreng yang sudah dimasak untuk dijual ke pasar,”ucapnya.
Anggit mengatakan, warungnya setiap hari menyediakan ayam bersih sebanyak 30 ekor. Semuanya ayam kampung asli dan merupakan ayam jantan.
“Ayamnya masih perjaka. Jadi ukurannya sedang tapi tidak terlalu kecil,” ujarnya.
