Ribuan Masa Turun Ke Jalan Gelar Aksi Penolakan Konser Andrea Bocelli di Candi Borobudur Magelang

3 Min Read
Group of riders on motorcycles in a street protest, several carrying Palestinian flags amid light smoke and trees in the background.
Sejumlah masa melakukan aksi demontrasi menolak konser Andrea Bocelli di kawasan Candi Borobudur (foto : X)

Mabur.co – Ribuan masa dari berbagai elemen umat Muslim turun ke jalan untuk menggelar aksi penolakan terhadap konser penyanyi asal Italia, Andrea Bocelli, di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Sabtu (31/10/2026).

Dikutip akun media sosial Instagram @magelangku, ribuan masa nampak memenuhi jalanan di sekitar kawasan Salaman, Magelang. 

“Ribuan Warga Mulai Berdatangan ke Kawasan Candi Borobudur untuk Menggelar Aksi Menolak Konser Andrea Bocelli,” tulis akun tersebut. 

Akun tersebut juga menulis masa aksi nampak berkumpul di sejumlah titik salah satunya Masjid Agung Jawa Tengah, An-Nuur Sawitan, Kota Mungkid.

“Peserta Aksi Menolak Konser Andrea Bocelli Mulai Berdatangan di Masjid Agung Jawa Tengah An-Nur Sowiton, Kota Mungkid,” tulis akun tersebut. 

Dari sejumlah postingan nampak masa aksi terlihat mengendarai sepeda motor serta membawa berbagai atribut berupa poster hingga bendera Palestina sampai kain penutup kepala yang khas dikenakan oleh Yasser Arafat atau disebut Keffiyeh. 

Sementara itu akun Instagram @kotamagelang menulis akibat aksi penolakan ribuan masa tersebut, arus lalu lintas di sejumlah lokasi mengalami kemacetan. 

Dikutip Republika, masa aksi nampak melakukan orasi di tengah jalan raya. Mereka mendesak agar konser penyanyi Andrea Bocelli dibatalkan karena ia dinilai memiliki keterkaitan dengan Israel. 

Melalui poster dan penyampaian aspirasi, mereka menyuarakan sikap penolakan sekaligus mengajak masyarakat memperhatikan isu solidaritas terhadap Palestina.

Sementara itu dikutip Magelangnews, pihak jajaran kepolisian telah menyiagakan sebanyak 3.707 personel gabungan untuk mengamankan konser Andrea Bocelli di Candi Borobudur.  

Pengamanan diperkuat di sejumlah titik strategis untuk memastikan situasi. Ribuan personel yang dikerahkan Polda Jawa Tengah itu terdiri atas anggota Polda Jateng, Polresta Magelang, personel bantuan kendali operasi (BKO) dari sejumlah polres jajaran, TNI, serta instansi terkait.

Kesiapan pengamanan tersebut tidak hanya dipusatkan di kawasan Candi Borobudur, namun juga sejumlah titik strategis di sekitar Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) An-Nuur Sawitan, Kabupaten Magelang.

Sebelumnya sejumlah ormas Islam di Jateng dan sekitarnya secara tegas telah menolak rencana konser Andrea Bocelli. 

Penolakan itu terjadi karena penyanyi Italia tersebut diduga memiliki keterlibatan dalam kegiatan penggalangan dana untuk Israel Defense Forces (IDF) pada 2010 serta penampilannya di Tel Aviv pada 2022. Hal tersebut menjadi dasar mereka mempersoalkan kehadiran penyanyi tersebut di Indonesia.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) sendiri sebelumnya juga telah meminta pemerintah membatalkan konser Bocelli di Borobudur dan Jakarta. Termasuk ormas Islam besar lainnya seperti NU hingga Muhammadiyah.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Budayawan Sleman, Ketua Umum Keluarga Alumni Sejarah Universitas Gadjah Mada (Kasagama), Dosen STIEPAR API Yogyakarta, Pokja Ketahanan Ekonomi Badan Kesbangpol DIY, Direktur Pusat Kebudayaan Saptohoedojo
Tidak ada komentar