Warna-warni Budaya Nusantara Semarakkan Magelang Ethno Carnival 2026

3 Min Read
Kemeriahan Magelang Ethno Carnival 2026 (foto : Instagram @budalrek)

Mabur.co – Suasana meriah mewarnai Kota Magelang sepanjang Minggu (1/11/2026). Ribuan warga berkumpul untuk menyaksikan pawai budaya Magelang Ethno Carnival (MEC) 2026 yang digelar di kawasan Alun-Alun.

Puluhan kontingen terlihat tampil dengan beragam kostum unik bernuansa etnik hingga aneka kendaraan berhias bunga warna-warni. Setiap kontingen menghadirkan kreasi yang mencerminkan kekayaan seni, budaya, dan tradisi Nusantara. 

Sejak sekitar pukul 08.00 WIB, peserta mulai bergerak dari sisi timur Alun-alun Magelang. Mereka kemudian berjalan menyusuri rute karnaval sambil menampilkan kreasi masing-masing di depan panggung kehormatan.

Dilansir Detik, Magelang Ethno Carnival ini menjadi puncak rangkaian acara Magelang Flower Festival yang mengangkat tema “Semarak Pesona Ethno Flora Magelang, Merajut Harmoni Nusantara”.

Total ada sebanyak 40 kontingen ambil bagian dalam karnaval tahun ini. Mereka berasal dari organisasi perangkat daerah (OPD), BUMD, sekolah, perguruan tinggi, sanggar seni, hingga komunitas masyarakat.

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan, kegiatan ini bukan sekadar ruang ekspresi seni dan budaya, tetapi juga bagian dari upaya menghidupkan kembali identitas Kota Magelang sebagai Kota Bunga.

Menurut Damar, Magelang sejak lama dikenal dengan sebutan Tuin Van Java atau Taman Pulau Jawa dan Paradise Van Java. Identitas tersebut, menurut dia, perlu terus dirawat melalui kegiatan yang mengangkat keindahan dan kreativitas.

Ia juga berharap penyelenggaraan festival mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Sebab, kegiatan ini melibatkan banyak profesi dan bidang usaha, mulai dari perancang busana, penjahit, perajin, seniman, pelaku pertunjukan, hingga pelaku UMKM.

Damar menyebut selama rangkaian Magelang Flower Festival sejak 25 Oktober, transaksi ekonomi yang tejado bahkan mencapai sekitar Rp250 juta hingga Rp300 juta per hari. Hal itu membuktikan besarnya dampak yang dirasakan warga dari adanya kegiatan ini.

Dampak keramaian acara turut dirasakan pedagang di kawasan kuliner Tuin Van Java, Alun-alun Magelang. Bayinah (44), pedagang kupat tahu, mengaku jumlah pengunjung meningkat saat festival berlangsung.

“Kalau ada event berpengaruh pada pendapatan karena banyak pengunjung. Ada peningkatan, ya lumayan,” kata Bayinah. Ia mengaku menyiapkan lebih dari 50 porsi kupat tahu untuk melayani pembeli pada hari itu.

Antusiasme juga datang dari pengunjung luar daerah. Amel (39), warga Purworejo, menilai penampilan peserta tahun ini lebih menarik dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Ia menyebut kostum yang ditampilkan memiliki banyak kreasi unik.

Ia berharap penyelenggaraan tahun depan menghadirkan lebih banyak kreativitas sehingga karnaval semakin semarak.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Budayawan Sleman, Ketua Umum Keluarga Alumni Sejarah Universitas Gadjah Mada (Kasagama), Dosen STIEPAR API Yogyakarta, Pokja Ketahanan Ekonomi Badan Kesbangpol DIY, Direktur Pusat Kebudayaan Saptohoedojo
Tidak ada komentar