Mabur.co– Ratusan burung berkicau dilombakan pada Piala Ketua DPRD DIY di Jogja Bird Arena Monumen Jogja Kembali. Lomba ini dimaksudkan sebagai upaya menggerakan perekonomian masyarakat.
Perhelatan semacam ini dinilai tidak hanya menjadi wadah hobi, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian daerah sekaligus mendukung upaya pelestarian alam. Sebanyak 27 kelas dari berbagai macam burung dilombakan dalam ajang yang baru pertama digelar.
Perwakilan panitia, Rindang Rumboko, menyambut baik komitmen dan kehadiran dukungan dari lembaga legislatif tersebut. Dia mengungkapkan bahwa antusiasme peserta dalam ajang perlombaan burung kali ini sangat tinggi dan berasal dari berbagai daerah, baik dari dalam maupun luar kota Yogyakarta.
“Peserta yang hadir tidak hanya datang dari wilayah lokal Yogyakarta, melainkan banyak pula yang berasal dari Magelang, Solo, Jawa Timur, hingga berbagai daerah nasional lainnya. Saya menilai kehadiran peserta dari luar daerah ini membawa dampak positif langsung terhadap sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, hingga peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) DIY,” ungkapnya, Minggu (8/11/2026) di Jogja Bird Arena.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY, Aris Eko Nugroho, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pihak penyelenggara atas terselenggaranya Piala Ketua DPRD. “Kami memberikan apresiasi kepada Bapak Ketua DPRD yang mengadakan acara berkaitan dengan Piala Ketua DPRD. Dan ini merupakan event yang, harapan kami juga, bukan diselenggarakan pada satu tahun saja, tapi menjadi event tahunan,” ujarnya.
Aris Eko berharap agar acara tersebut dapat berkorelasi dengan aktivitas serupa yang telah berjalan selama dua dekade. “Tapi tentu harapan kami juga terkorelasi dengan aktivitas yang hampir sama yang sudah 20 tahun, yakni Piala Raja. Jadi posisinya nanti seperti apa, ini karena kebetulan penyelenggaraan PBI sama penyelenggaraannya, sehingga harapan kami ini juga bisa menjadi bagian rencana event tahunan yang ada di Yogyakarta,” ucapnya.
Aris Eko Nugroho turut menyoroti potensi pelestarian alam dan satwa yang dimiliki. Dalam setiap bagian event PBI, mesti ada pelepasan burung yang berasal dari hasil tangkaran, serta perlombaan burung yang juga bersumber dari penangkaran.
Hal tersebut dinilai bersinergi dengan falsafah Hamemayu Hayuning Bawana, yakni merawat dan menjaga alam agar dapat memberikan nilai ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat desa. Di luar kegiatan perlombaan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY juga rutin melaksanakan berbagai bentuk pembinaan.
“Kalau selama ini di dinas memang ada karena semua yang berkaitan lomba burung ini mesti akan berjalan, tentang kesejahteraan hewan, kesehatan hewan itu menjadi bagian. Tugas kami kalau yang berkaitan burung ini mesti juga terjaga berkaitan dengan avian influenza atau flu burung. Itu menjadi penugasan kami,” jelasnya.
Sementara itu, salah peserta, Edi Budiarso, berhasil menjadi salah satu bintang perlombaan bersama Murai Batu andalannya, Kingdom. Dari empat kelas yang diikuti, Kingdom sukses meraih poin kemenangan di tiga kelas.
“Alhamdulillah bisa dapat juara. Tidak ada persiapan khusus karena burung ini memang sudah sering ikut event. Saya berharap semakin memperkuat semangat berbagi sekaligus menjadi agenda yang dinantikan komunitas kicau mania setiap tahunnya,” tukasnya.
