Mabur.co – Jika kita perhatikan, wajah setiap tokoh wayang kulit memiliki warna yang berbeda. Perbedaan warna ini ternyata bukan hanya soal estetika, namun juga mengandung makna tersendiri yang menggambarkan karakter, sifat, hingga watak setiap tokoh tersebut.
Melalui karakter dan perilaku setiap tokoh itulah, dalang dapat menyampaikan berbagai pesan moral tentang kehidupan manusia. Terlebih selama ini wayang kulit tidak hanya berfungsi sebagai tontonan, tetapi juga tuntunan.
Ada sejumlah warna wajah yang digunakan untuk menggambarkan karakter tokoh wayang, antara lain merah, merah muda, hitam, putih, kuning emas atau prada, serta biru dan hijau.
Lalu apa perbedaan dan makna masing-masing warna tersebut? Berikut penjelasannya dikutip dari akun Instagram Kancabudaya :
Wajah Merah: Pemberani dan Mudah Marah
Wajah berwarna merah menggambarkan karakter pemberani, keras, kurang sabar, mudah marah, dan memiliki sifat angkara.
Salah satu contohnya adalah Rahwana atau Dasamuka dalam kisah Ramayana. Ia merupakan Raja Alengka yang dikenal memiliki kekuatan besar, tetapi juga dikuasai keserakahan dan ambisi. Penculikan Dewi Sinta menjadi salah satu gambaran sifat angkara yang melekat pada dirinya.
Wajah Merah Muda: Gagah dan Tegas
Warna merah muda melukiskan karakter gagah, berani, keras, tegas, kurang sabar, dan mudah terbawa emosi.
Dursasana menjadi salah satu contoh tokoh dengan warna wajah tersebut. Ia merupakan adik Duryudana dan salah satu Kurawa. Dalam kisah Mahabharata, Dursasana dikenal memiliki perangai kasar dan terlibat dalam penghinaan terhadap Drupadi di balairung Hastinapura.
Wajah Hitam: Bijaksana dan Bertanggung Jawab
Wajah hitam melambangkan sifat bijaksana, teguh pendirian, kuat, jujur, sakti, dan bertanggung jawab.
Contoh tokohnya adalah Werkudara atau Bima, salah satu dari lima Pandawa. Ia dikenal sebagai kesatria dengan kekuatan luar biasa, berpendirian teguh, berani, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi musuh.
Wajah Kuning Emas: Berbudi Luhur dan Berwibawa
Wajah berwarna kuning emas atau prada menandakan karakter berbudi pekerti luhur, tenang, dan berwibawa.
Puntadewa atau Yudistira menjadi contoh tokoh dengan wajah kuning. Ia merupakan putra tertua Pandawa yang dikenal menjunjung tinggi kejujuran, keadilan, dan kebenaran. Dalam pewayangan, Puntadewa juga digambarkan sebagai pemimpin yang mengutamakan kebijaksanaan dibandingkan kekerasan.
Wajah Putih: Bersih, Jujur, dan Tulus
Warna putih menyimbolkan sifat bersih, jujur, tulus, suci, tenang, dan bijaksana.
Tokoh yang identik dengan warna wajah putih adalah Semar. Ia merupakan tokoh punakawan yang memiliki kedudukan istimewa dalam pewayangan. Meski tampil sebagai rakyat biasa dengan penampilan sederhana, Semar dikenal sebagai sosok bijaksana yang kerap memberikan nasihat kepada para kesatria. Dalam tradisi pewayangan Jawa, Semar juga digambarkan sebagai pamomong dan simbol kebijaksanaan.
Wajah Biru dan Hijau: Lincah, Keras, dan Picik
Wajah berwarna biru dan hijau menandakan perangai lincah, keras, picik, dan tidak bertanggung jawab.
Salah satu contohnya adalah Boma Narakasura. Ia merupakan putra Prabu Kresna dan Dewi Pertiwi dalam tradisi pewayangan. Boma dikenal sebagai raja yang memiliki kekuatan besar, tetapi dalam sejumlah kisah juga digambarkan memiliki watak keras dan angkara.
Meski menjadi salah satu unsur penting untuk membaca karakter tokoh wayang, namun, setiap karakter tokoh wayang juga ditentukan sejumlah hal lain seperti bentuk mata, hidung, mulut, postur tubuh, hingga posisi kepala yang menjadi bagian dari simbolisasi watak.
Melalui berbagai simbol tersebut, wayang kulit menyimpan pesan tentang beragam sifat manusia. Penonton tidak hanya diajak menikmati keindahan visual dan jalan cerita, tetapi juga belajar mengenali perilaku baik dan buruk dalam kehidupan sehari-hari.
