Siswa SMK di Kulon Progo Sukses Budidaya Melon Premium

Mabur.co – Sejumlah siswa SMK Negeri 1 Nanggulan, Kulon Progo, melakukan panen perdana budidaya melon premium di kebun mandiri sekolah, Selasa (10/02/2026) pagi.

Sebanyak kurang lebih 1 ton melon premium jenis kirin dihasilkan oleh para siswa dari Green House milik sekolah seluas 16 X 45 meter persegi. 

Salah seorang siswa kelas 12 jurusan Agrobisnis Tanaman, SMK N 1 Nanggulan, Iqbal Ardiansyah, mengatakan total terdapat sebanyak 700 tanaman melon yang dibudidayakan dengan menggunakan teknik modern. 

Dari jumlah itu dihasilkan sekitar 650 buah melon premium jenis kirin dengan bobot sekitar 1,5 kilogram per butirnya. Atau dengan persentase keberhasilan mencapai 92 persen.

“Sistem yang kita gunakan adalah sistem hidroponik. Jadi kita menanam melon dalam pot polibag. Untuk penyiraman dan pemupukan dilakukan secara otomatis,” katanya. 

Iqbal menyebut melon jenis Kirin dipilih karena sejumlah kelebihannya. Selain memiliki rasa yang manis dan crispy, melon jenis ini juga tergolong mudah dalam hal perawatan serta memiliki tangkai yang kuat atau tidak mudah patah. 

“Kendala utama teknis produksi adalah serangan hama embung tepung. Selain itu juga air yang memiliki ph tinggi sehingga harus dinetralkan terlebih dahulu,” katanya. 

Sejumlah pejabat Pemkab Kulon Progo memanen melon premium yang ditanam siswa SMK Negeri 1 Nanggulan Kulon Progo Foto JH Kusmargana

Selain bisa mendapatkan keuntungan dari menjual hasil panen, adanya kebun budidaya melon di sekolah ini, juga membuat siswa bisa belajar seluk-beluk budidaya melon secara modern.

Dengan begitu mereka akan memiliki basic ilmu maupun pengalaman berharga yang dapat bermanfaat ketika telah lulus nantinya. 

Kepala SMKN 1 Nanggulan, Caecilia Luppi Satesti, mengatakan Green House budidaya melon milik sekolah sendiri dibangun memanfaatkan dana program bantuan Kementerian Pertanian RI tahun 2025 lalu. 

Dana bantuan tersebut kemudian digunakan untuk membangun Green house demi melatih para siswa membudidayakan komoditas pertanian secara modern berbasis teknologi. 

“Jadi selain menjadi laboratorium belajar siswa dalam mengelola pertanian secara modern. Green House ini juga dibangun untuk menyiapkan generasi petani milenial baru di Kulon Progo. Sehingga regenerasi petani bisa terus berjalan,” katanya.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kulon Progo, Sri budi Utami, mengaku menyambut baik keberhasilan panen perdana melon premium oleh para siswa ini. 

Ia pun berharap hal semacam ini bisa dicontoh sekolah-sekolah lainnya. Karena merupakan salah satu bentuk investasi penting di sektor pertanian.

Khususnya dalam mencetak calon petani-petani muda yang dapat memajukan sektor pertanian di Kulon Progo.

Penampakan melon premium jenis kirin yang dibudidayakan siswa SMK N 1 Nanggulan Kulon Progo Foto JH Kusmargana

“Memang kendala utamanya masih modal. karena itu sangat dibutuhkan kolaborasi dengan semua pihak. Kita pemerintah tentu akan terus mendorong dengan melakukan pendampingan-pendampingan,” ungkapnya. 

SMK N 1 Nanggulan, Kulon Progo, sendiri meluluskan sedikitnya 100 orang siswa jurusan pertanian setiap tahunnya. Tak sedikit dari para lulusan ini bekerja di sektor pertanian begitu lulus dari sekolah. 

Iqbal sendiri juga mengaku ingin menggeluti sektor pertanian begitu lulus sekolah nantinya. Selain menyukai tantangan hal itu juga ingin ia lakukan karena kecintaannya pada dunia pertanian. 

“Keinginannya nanti begitu lulus, saya pengen bisa punya tempat budidaya semacam ini. Karena ilmu dan pengalaman sudah ada. Meskipun tentu kendala utamanya adalah modal,” katanya. 

Modal yang dibutuhkan untuk bisa membudidayakan melon premium sendiri memang tidaklah sedikit. Iqbal menyebut untuk membangun Green House lengkap dengan semua perlengkapan dan peralatannya termasuk bibir. Minimal dibutuhkan dana modal sebesar 200 juta. 

“Modal itu pun baru bisa balik setelah 4 tahun usaha berjalan. Dengan catatan hasil panen bisa konsisten bagus dengan persentase keberhasilan mencapai 90 persen,” katanya. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *